May 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Mulai Tahun Depan, Hong Kong Uji Coba Upgrade PRT Jadi Caregiver

2 min read

HONG KONG – Labour departemen dan departemen terkait lainnya di Hong Kong berencana akan membuat sebuah pusat pelatihan bagi PRT asing di Hong Kong untuk diupgrade skillnya menjadi seorang caregiver yang nantinya akan merawat para lansia di Hong Kong.

Jumlah tenaga PRT di Hong Kong saat ini sebanyak 350-an ribu orang dari berbagai negara. Tidak seluruh dari mereka nantinya akan lolos menjadi caregiver. Akan ada proses seleksi dan pelatihan ketat untuk menghasilkan tenaga yang benar-benar memiliki skill mumpuni.

Dilansir dari EJ Insight, setelah sebagian PRT bertransformasi menjadi caregiver, Hong Kong diprediksi akan membutuhkan tenaga domestic helper sebanyak 100-an ribu orang. Kebutuhan tenaga tersebut akan dipenuhi dengan mendatangkan domestic helper baru dari beberapa negara asia tenggara, antaranya Indonesia, Kamboja dan Filipina.

Sekarang Domestic Helper di Hong Kong Bisa Menjadi Caregiver

Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Dr. Law Chi-kwong mengatakan, sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan layanan manula sesegera mungkin sejak populasinya di Hong Kong terus meningkat.

Lembaga Sensus dan Statistik Hong Kong memperkirakan jumlah orang berusia 65 keatas di Hong Kong diprediksi akan mengalami pertambahan lebih dari dua kali lipat dalam 50 tahun dari 2016 dan jumlah mereka yang berusia di atas 85 akan lebih dari empat kali lipat selama periode tersebut. Dengan demikian, tingkat kebutuhan tenaga Caregiver sifatnhya sudah mendesak unttuk dipenuhi. Kebutuhan tenaga Caregiver dalam beberapa gtahun kedepan, menurut Law berada di kisaran puluhan ribu. Namun, melewati ttahun 2020, kebutuhan tenaga caregiver akan melampaui angka 1000 ribu.

Meskipun beban pekerjaannya lebih berat, otoritas Hong Kong meyakini, hal ini akan menjadi tawaran menarik bagi domestic helper yang sudah berada di Hong Kong saat ini. Apalagi dengan tawaran gaji lebih dari 2 kali lipat gaji mereka sekarang. [Asa/EJ Insight]

Advertisement
Advertisement