November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Pengetahuan Ini Bisa Cegah Investasi Bodong Tumbuh Subur

1 min read
-

SURABAYA – Maraknya praktek penawaran investasi oleh lembaga-lembaga yang mengaku sebagai pengelola investasi di masyarakat akhir-akhir ini semakin marak. Tawaran keuntungan menggiurkan berbanding lurus dengan minimnya pengetahuan literasi masyarakat terutama korban perihal tata aturan investasi.

Hal ini menjadi keprihatinan Kepala OJK Kantor Keuangan 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, saat melakukan sosialisasi bertema ‘Cermat Sebelum Investasi, Umrah, dan Haji dengan Aman Melalui Produk Industri Jasa Keuangan’ di  Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng Jombang beberapa waktu yang lalu.

Dikutip dari harian Duta,  materi yang disampaikan seputar modus-modus yang biasa digunakan perusahaan penghimpun dana dan investasi ilegal. “Selain itu, kami berikan pula tips agar tidak menjadi korban investasi bodong tersebut,” ujar Heru Cahyono sebelum acara.

Dicontohkan, modus yang digunakan dalam investasi bodong biasanya memberikan iming-iming imbal hasil cukup tinggi atau di atas normal. Heru menegaskan,  jika imbal hasil tersebut di atas 15 persen, maka patut dicurigai.

Terkait itu, lanjut Heru, masyarakat bisa mengecek legalitas lembaga pengumpul dana yang mencurigakan tersebut ke OJK. “Dari situlah kami akan melakukan pengecekan. Kami akan menerjunkan Tim Satgas Waspada Investasi,” jelasnya.

Heru menambahkan, selama ini sudah banyak lembaga investasi yang ditutup OJK karena melanggar aturan. Oleh karena itu, Heru menghimbau masyarakat harus mewaspadai praktik-praktik tersebut. Selain melakukan sosialiasi, dalam rangka rangka pelaksanaan Bulan Inklusi Keuangan, OJK juga menggelar Pasar Keuangan Rakyat 2017. [Asa/rul-Duta]

Advertisement
Advertisement