May 15, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Petugasnya Banyak Yang Doyan Suap, Imigrasi Malaysia Lakukan Gebrakan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

Kuala Lumpur – Gerah dengan semakin bobroknya kinerja dan mentalitas petugas Imigrasi Malaysia, pemerintah Malaysia melakukan upaya ekstrim pada lembaga yang menjadi gawang keluar masuknya orang asing ini. Setelah pada Agustus kemarin, jabatan kepala Imigrasi Pusat diganti, kini kepala yang baru mulai mewujudkan langkah-langkah strategis dan taktis.

Terhitung pada Oktober 2016, Imigrasi Malaysia melakukan operasi pembersihan oknum pegawainya yang nakal. Gebrakan ini membuahkan hasil. Sepanjang bulan Oktober, ratusan pegawai Imigrasi Malaysia dikenai sangsi. Mulai dari penurunan pangkat, pemberhentian dengan tidak hormat, bahkan ada juga yang menjalani sidang tuntutan di pengadilan.

Kepala Imigrasi yang baru, Datuk Seri Mustafar Ali, kepada koresponden Apakabaronline.com menegaskan upaya yang dilakukannya ini untuk menjawab kondisi yang dinyatakan darutar oleh pemerintah Malaysia. Bentuk kenakalan petugas imigrasi Malaysia yang telah dianggap darurat diantaranya menerima suap dari yang berkepentingan baik untuk memasukkan pendatang gelap maupun yang sedang mengurus pemutihan dan layanan keimigrasian lainnya. Hal tersebut seiring sejalan dengan semangat pemerintah Malaysia untuk melakukan pemberantasan praktek korupsi.

“Kita memang telus, kalau ada pegawai imigresen yang terlibat kita akan ambil tindakan tegas terhadap mereka. Tetapi dalam masa sama kita tidak mahu dalang di luar ini terus mencuba untuk ‘memberi’. Jangan marah kepada pihak pe­nguat kuasa jika tindakan diambil kerana kita tegaskan, jika tiada pemberi, tiada penerima,” tegas Mustafar dihadapan awak media (25/10).

ilustrasi-imigrasi-malaysia-nakal

Saat disinggung dengan adanya pemberitaan beberapa media nasional Malaysia yang mengungkap praktek suap dalam rangka mempermudah pelolosan masuknya pendatang gelap, Mustafar tidak menampiknya. Media malaysia menyebut, petugas Imigrasi biasanya menerima suap sebesar RM 200 hingga RM 500 untuk meloloskan satu orang. Sedangkan jumlah pendatang gelap yang mask setiap harinya menurut data base media jumlahnya ribuan.

Usai menangkap pegawai yang didapati melakukan praktek suap, terhadap pegawai lainnya Mustafar memberlakukan sistem rolling. Secara berkala, posisi-posisi strategis petugasnya selalu akan diganti untuk mencegah praktek suap. [Asa/Ilham]

Advertisement
Advertisement