December 6, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

PIS Dance, Salah Satu Wadah Kreatifitas PMI Di Singapura

2 min read
-

Singapura – Lengggak lenggok gemulai beberapa gerakan tari diperankan oleh beberapa orang. Disebuah lokasi luar ruangan di sudut Singapura. Seoraang perempuan menyuarakan komando hitungan, sembari sesekali membenarkan lenggokan peserta yang keluar pakem. Perempuan tersebut adalah Armi Cindy, pegiat seni yang menjadi senior di sangggar tari PIS Dance. Dan di lokasi inilah PIS Dance menjadikannya Basecamp untuk berkumpul dan berlatih.

“PIS merupakan kependekan dari Pekerja Indonesia Singapura” tutur Armi Cindy, saat mengawali percakapan dengan apakabaronline.com.

Armi Cindy, perempuan asal Kediri yang telah 14 tahun lamanya menjadi BMI di Singapura. Talenta yang dimiliki berhasil ditularkan hingga sanggar tari PIS Dance melesat dengan segudang prestasi

Armi menambahkan, PIS Dance yang telah dibentuk sejak tiga tahun silam ini sebenarnya bukan sekedar menjadi media penyaluran dan mengasah hobi dalam berkesenian, namun disamping hal tersebut, Armi menyebut “perekat” BMI di Singapura dari berbagai daerah asal, menjadi latar utama. Merekatnya BMI di wadah ini, disamping akan bisa saling memberi manfaat, dengan menularkan ilmu, pengetahuan, maupun ketrampilan, juga terbukti mampu menghindarkan BMI dari jebakan jebakan hal yang tidak berguna dan merugikan.

Sederet prestasi yang merupakan hasil sinergy personil yang ada didalamnya, membuat PIS bisa membuktikan diri sebagai sebuah kelompok yang positif dan produktif. Kondisi demikian, tentu akan menepis isu yang selama ini cenderung dianggap miring oleh kalangan yang tidak memahami seluk beluk kehidupan BMI di negara penempatan.

Disamping tamppil secara offline di berbagai event, PIS Dance ternyata juga beberapa kali tamppil live di TV Singapura dalam sebuah tayangan yang memiliki rating tinggi.

Menjawab pertanyaan, bagaimana PIS bisa menarik minat sekaligus mendapat anggota, perempuan 46 tahun ini menjawab dengan sangat normatif.

“Menari itu panggilan hati, Hobi. Jadi tanpa disuruh-suruh attau ditarik-tarik, kalau memang suka dan terpanggil hainya, ya pasti akan datang bergabung dengan kita” terang ibu satu anak asal kota tahu Kediri.

Selama bergelut dalam dunia seni tari, Armi mengaku baru menyadari ternyata, penggemar kesenian tari ini bukan saja mereka yang tergabung dalam sanggar.

“Warga Singapura sepertinya juga menyukai, beberapa kali terlihat mereka menonton kita pas latihan.” Jelasnya.

Tertarik kepingin menyelami lebih jauh kelompok seni tari ini ? Mereka sangat terbuka terhadap siapa saja. Pembaca bisa berhubungan dengan akun Facebook ARMI CINDY atau bisa bergabung di group facebook Pekerja Indonesia Singapura (PIS). [Asa]

 

Advertisement
Advertisement