June 19, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Ramadhan Dan Lebaran, Bisnis Remitansi Perbankan Panen Keuntungan

2 min read

JAKARTA – Bisnis jasa pengiriman uang atau remitansi akan meningkat pada momen Ramadan dan Idul Fitri di tahun 2018 ini. Pasalnya, pada momen ini, pengiriman uang dari para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) biasanya akan lebih banyak dibandingkan bulan normal.

Perbankan mencatat, rata-rata remitansi pada momen Ramadan dan Lebaran mampu tumbuh dua digit. Sedangkan di bulan biasa, remitansi hanya naik satu digit.

Di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) semisal, biasanya kenaikan transaksi remitansi mencapai 20% hingga 25% saat Ramadan hingga menjelang Lebaran. Di periode tersebut, Henry Panjaitan, GM Internasional BNI mengatakan, TKI di luar negeri akan aktif menggunakan jasa pengiriman uang ini.

Tak Hanya Remitan, Paketan Untuk Lebaran Keluarga PMI Pun Mulai Berdatangan

“Secara histori bulan Ramadan dan Lebaran akan ada pertumbuhan transaksi sekitar 20%–25%,” katanya seperti diberitakan KONTAN, Jumat (25/5). Adapun, BNI mencatat jumlah slip remitansi telah tumbuh 42,5% dan dari sisi volume naik 18,1% per April 2018.

Rinciannya, transaksi dari jumlah incoming transfer mencapai 1,4 juta slip atau naik 45% di bulan April 2018. Sedangkan, volume transaksi mencapai US$ 11,8 miliar atau tumbuh 22,9%.

Lalu transaksi dari jumlah outgoing transfer mencapai 110.000 slip atau naik 10,2% pada April 2018. Serta, volume transaksi mencapai US$ 13,7 miliar atau tumbuh 14,1%.

Meningkatnya Jumlah Wisman dan Remitansi Pekerja Migran Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Di PT Bank CIMB Niaga Tbk, bisnis remitansi meningkat saat Ramadan hingga menjelang Lebaran. Andrew Suhandinata, Head of Transaction Banking CIMB Niaga menuturkan, peningkatan remitansi biasanya sekitar 10%-15%. Ini perhitungan dari data tahun sebelumnya

Saat ini, remitansi CIMB Niaga tumbuh 4% per April 2018. Secara keseluruhan, bank berkode saham BNGA ini memproyeksikan bisnis remitansi tumbuh 5%–10% di tahun 2018.

Strategi BNGA untuk menggenjot bisnis ini adalah dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan digital, sehingga nasabah lebih nyaman dan mudah bertransaksi.

BESARNYA NILAI REMITANSI MENJADI SIA-SIA KARENA MINIMNYA LITERASI

Komisi atau fee yang dihasilkan CIMB Niaga dari bisnis remitansi sebesar Rp 25 miliar di kuartal I-2018 atau tumbuh 4,2% dari sama tahun lalu.

Sis Apik Wijayanto, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengatakan, BRI ingin menguatkan posisi sebagai market leader di bisnis remitansi. Saat ini, BRI mencatat transaksi senilai Rp 10 triliun dari remitansi. [Yoliawan]

Advertisement
Advertisement