November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

SADIS !!! Usai Memperkosa, Pria Myanmar Tega Menghabisi Nyawa BMI

2 min read
-

RIAU – Nasib kelam dialami Ratnasari (34), seorang BMI Malaysia asal Dusun Siluman A, Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu Sumut. Perempuan yang hingga akhir hayatnya tetap memilih hidup melajang ini telah 17 tahun lamanya bekerja di Malaysia. Pilihannya tetap melajang, bukan tanpa alasan. Kondisi dia yang mengharuskan menjadi tulang punggung keluarga, bagi kedua orang tua dan keempat adiknyalah yang membuat Ratna menunda rencanma berumah tangga sampai keempat adiknya mandiri semua.

Dikutip dari Riau Post, Ratna dibunuh dengan cara dicekik oleh seorang pria asal Myanmar, Selasa (3/10/2017) setelah sebelumnya diperkosa. Anak anak pasangan Efendi (65) dan Sariyem alias Atik (61)terakhir kali menghubungi keluarganya pada Senin (2/10/2017). Dalam komunikasi tersebut, Efendi mengaku menyampaikan desakan kepada Ratna agar segera memikirkan menikah.

‘‘Pulanglah kau nak biar Bapak carikan jodoh di sini,” tutur Efendi menirukan pembicaraan nya kepada sang anak sehari sebelum kejadian.

MENGAKU “DIPERKOSA” SELAMA 3 MINGGU, BEGINI NASIB BMI ASAL INDRAMAYU INI

Terakhir pembicaraan ditelepon, tambah Efendi, Ratnasari meminta foto kedua orangtuanya, dan foto itu sudah dikirimkan. Hal tersebut, kata Efendi tidak bisa dilupakan oleh dirinya dan keluarga.

“Anaknya bagus bergaul dengan keluarga dan tetangga, dia mau pulang katanya bawa kejutan. Nggak taunya, dia pulang sudah meninggal. Pelaku pemerkosaan warga negara Myanmar sudah ditangkap polisi Malaysia dan informasi yang diterima keluarga dari Malaysia, pelaku lebih dari satu orang,” ucapnya.

“Tak disangka kejadiannya, anak ku diperkosa dan dibunuh di Malaysia. Itu lah kabar yang kami dapat dan infonya juga, kejadian nya sudah diberitakan koran dan TV di Malaysia,” kata Efendi didampingi Kepala Dusun Siluman A, Paeran dan RT setempat.

Ayah lima anak itu menceritakan, bahwa Ratnasari berangkat pertama kali menjadi TKI ke Malaysia pada tahun 2002 dan pernah pulang di tahun 2010, sebelum kabar duka ini diterima pihak keluarga.

“Dia kan tulang punggung keluarga. Pernah pulang tahun 2010. Meninggal, Selasa (3/10/2017) dan keluarga dikabarkan, Rabu (4/10/2017) sekira jam 23.00 wib. Padahal dia (Ratnasari), Senin (2/10/2017), baru saja menelpon kami (keluarga). Keadaannya sehat dan tidak pernah ada masalah di kerjaannya. Padahal rencananya bulan dua belas (Desember) ini dia pulang.” pungkasnya. [Asa/RP]

Advertisement
Advertisement