July 3, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Semangat Anak PMI Bikin Wagub Haru Dan Teteskan Air Mata

2 min read

Nunukan –  “… kami Bangsa Indonesia dengan ini menyatakan…”  begitulah petikan kalimat yang diucapkan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara Udin Hianggio yang bertindak sebagai inspektur upacara di halaman Sekolah Tapal Batas MI Darul Furqan di Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Provinsi Kaltara sangat terharu melihat siswa tapal batas mengikuti upacara.

Sempat ada jeda beberapa detik antara kata “menyatakan” dengan “kemerdekan” dalam teks Proklamasi yang dia ucapkan.  Tampak, Udin berjuang melawan tangisnya. Insiden ini sempat membuat peserta upacara yang menyadari, ikut menitikkan air mata.

Upacara tersebut merupakan ceremony upacara yang istimewa bagi pesertanya. Pasalnya, siswa dan siswi MI Darul Furqan ini berlatar belakang anak PMI yang tinggal di areal perkebunan kelapa sawit wilayah kerajaan Malaysia. Untuk pergi ke sekolah, setiap hari mereka harus melintas batas negara sejauh 7 km.

Kepada awak media, Udin mengaku tidak mampu menahan perasaannya saat membaca teks Proklamasi.

“Sejak sampai di tempat upacara, saya itu sudah prihatin melihat anak-anak ini. Semangatnya luar biasa, meskipun mereka setiap hari harus berhadapan dengan kesulitan kesulitan. Disitulah, saya tak bisa lagi menahan perasaan, saat akan menyebut kata kemerdekaan” aku Udin

Udin menambahkan, bahwa mereka setiap hari bisa pergi ke sekolah, merupakan sebuah bentuk kemerdekaan tersendiri. Namun, kemerdekaan bersekolah mereka jauh sekali berbeda dengan kemerdekaan bersekolah anak-anak di pulau Jawa.

Peringatan HUT RI ke 72 di tempat tersebut, dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang seluruhnya melibatkan siswa siswi MI Darul Furqan. Seharian Udin berada di lokasi, banyak hal yang bisa dia serap untuk dibawa ke meja kerja.

Lembaga pendidikan yang mendidik anak-anak PMI ini tidak memiliki gedung permaneh. Mereka menempati sebuah rumah singgah yang dibangun untuk transit PMI bermasalah. Rumah ini sudah lama ditinggalkan dan tidak difungsikan lagi. Dengan dibantu oleh personil Koramil setempat, MI Darul Furqan akhirnya bisa mendapatkan tempat belajar yang lumayan dibanding sebelumnya. [Asa/Juni]

Advertisement
Advertisement