July 1, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Stefano, Potret PMI Penderita HIV/Aids

2 min read

Kupang – Stefano (43 tahun) merupakan salah satu mantan PMI asal Kupang Provinsi NTT yang beberapa tahun terakhir ini diketahui menderita HIV/Aids. Awalnya, Stefaano menderita demam tinggi dan diare secara terus menerus, hingga lebih dari 2 bulan tidak kunjung sembuh. Akhirnya, oleh dokter Puskesmas tempat tinggal Stefano, dirujuk ke rumah sakit umum di Kupang untuk mendappat pemeriksaan lanjutan.

Betapa terkejutnya Stefanoo waktu itu, saat hasil diagnosa di rumah sakit menyatakan, dirinya telah terjangkiti virus memalukan tersebut.

“Saya hampir saja bunuh diri mengeetahui kondisi saya saat itu. Beruntung sekali, seorang pastur telah memberi saya motivasi, sehingga istri sayapun ikut mendukung kondisi saya” kenang Stefano.

Di NTT, Stefano merupakan satu dari ribuan penderita HIV/Aids. Sampai dengan Mei 2017. Komisi Penanggulaangan Aids NTT mencatat, ada 4.944 ODHA di NTT yang ttersebar di seluruh kabupaten. Dari 4.944 orang tersebut, 3.325nya merupakan mantan pekerja migran yang terindikasi kuat, tertular virus memalukan ini saat bekerja di negara penempatan.

Seperti halnya Sefano, yang berdasarkan riwayatnya, antara tahn 1998 – 2006 pernah bekerja di Malaysia, mengakui bahwa selama bekerja di Malaysia dia sering melakukan aktifitas seks bebas tanpa pengaman.

Uskup Dominikus Saku dari sebuah Atambua menyatakan jumlah penderita HIV di NTT semakin meningkat tajam sejak banyaknya masyarakat NTT yang berprofesi sebagai pekerja migran.

“Sekitar 80 persen pekerja migran yang kembali ke kampung halaman mereka telah terjangkit virus tersebut,” kata uskup.

Dalam catatan Disnakertran Provinsi NTT, sampai dengan tahun 2016, tercatat lebih dari 150.000 warga NTT meninggalkan NTT untuk menjadi pekerja migran secara prosedural. Jika ditambah dengan pekerja migran yang unprosedural, tentu jumlahnya akan jauh lebih banyak lagi. [Asa/Uca]

Advertisement
Advertisement