November 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Tak Mampu Bayar Perawatan, Rumah Sakit Ancam Akan Jual Ginjal BMI Ini

2 min read
-

MEDAN – Drama hidup memilukan sering menjadi bagian dari dinamika komunitas buruh migran. Penganiayaan, pembunuhan, gaji tidak dibayar, hingga sakit dan terlantar lantaran menjadi korban perdagangan orang.  Seperti yang menimpa BMI Malaysia asal Medan kali ini, dalam kondisi sakit, kritis, lantaran tidak mampu membayar biaya rumah sakit, BMI tersebut diancam akan dijual ginjalnya untuk melunasi hutang ke pihak rumah sakit.

Cerita pilu ini dituturkan oleh Maimunah (40) tahun, seorang janda beranak lima, dimana anak pertamanya saat ini sedang mengalami musibah di Kajang Selangor Malaysia. Hati siapa yang tak perih ketika mendapat kabar anaknya di perantauan dalam kondisi sekarat diperantauan. Inilah yang dirasakan Maimunah saat ini.

Dilansir dari merdeka.com, Anak sulungnya bernama Wawan (21) yang tengah merantau di Malaysia kini terancam kehilangan ginjal. Sudah beberapa minggu ini kondisi Wawan kritis. Menurut  Maimunah, anaknya itu mengidap penyakit paru dan sudah tidak bisa duduk. Wawan kini dirawat di Rumah Sakit Kajang, Selangor, Malaysia.

Dalam Perjalanan Pulang, 2 BMI Tewas Terlindas Truk, 1 Korban Belum Diketahui Asalnya

“Karena tidak ada biaya, pihak rumah sakit mau menjual ginjal anak saya. Di sana, anak saya dirawat tanpa asuransi kesehatan,” kata Maimunah dengan mata berkaca-kaca, Selasa (24/10/2017).

Sembari duduk menopang dagu di rumah berdinding papannya itu, Maimunah mengaku sudah berupaya meminta bantuan sang kerabat yang ada di Malaysia. Namun, kerabatnya itu justru takut menolong lantaran Wawan dianggap sebagai pekerja ilegal.

“Anak saya berangkat ke Malaysia sejak 2014 lalu. Dia menggunakan paspor pelancong,” kata Maimunah.

Selama di Malaysia, Wawan sempat berganti-ganti pekerjaan. Terakhir kali, Wawan bekerja di toko perabot kawasan Selangor, Malaysia.

“Saya sudah datangi konsulat Malaysia di Medan. Tapi pihak konsulat mengaku hanya mengurusi warga negara Malaysia yang ada di Indonesia saja,” kata warga Jalan Melati, Sari Rejo, Medan Polonia ini.

Maimunah berharap, Wawan bisa segera dipulangkan. Di Medan, katanya, Wawan punya BPJS. Sehingga pihak keluarga lebih mudah merawatnya.

“Wawan ingin pulang, tapi sudah tidak ada biaya. Kami pun bingung harus bagaimana lagi,” ungkap Maimunah ditemani anak perempuannya.

Yang membuat hati Maimunah semakin hancur tatkala bos di tempat Wawan bekerja membiarkannya begitu saja.

Bahkan, ketika mengetahui Wawan sakit, bos toko perabotan itu malah memecat Wawan, dan membiarkannya dalam kondisi kritis. [Asa/Merdeka.com]

Advertisement
Advertisement