Prime banner

Sebuah screenshoot pesan dari seorang netizen yang ditujukan pada admin sebuah blog yang menyebut dirinya menyuarakan buruh migran, ditegur lantaran telah membuat judul yang tidak sesuai dengan conten.

Publikasi ini telah menipu ribuan BMI yang membaca dan menerimanya mentah mentah, pasalnya sampai saat berita ini diturunkan, publikasi tersebut telah di like lebih dari 2 ribu netizen dan dibagikan lebih dari seribu netizen.

Erna Sri Wahyuni, seorang aktifis Halaqah di Taiwan meenyampaikan kepada Apakabaronline.com, bahwa publikasi tersebut mendiskriditkan umat muslim, khususnya BMI di Taiwan yang menggunakan jilbab dan masker.

“Berjilbab itu kewajiban. Penggunaan masker tidak ada kaitannya dengan paham tertentu. Menggunakan masker lebih bertujuan pada fungsi kesehatan” tutur Erna.

Erna menambahkan, blog suarabmi.com menurutnyaa sering mempublikasikan berita yang tidak jelas, tidak mencerdaskan BMI.

“Namanya lho membawa nama BMI, menyuarakan BMI, tapi faktanya justru menipu BMI, membodohkan BMI, sama sekali tidak mencerdaskan BMI” sambungnya.

Kinan Fajri, seorang netizen combatan Hong Kong yang cukup paham dengan seluk beluk dunia maya menyebut, blog suarabmi memang berniat mencari keuntungan uang dari setiap klik yang didapatkan.

“Sekali Klik, mereka dapat uang dari sekian rupiah. Misalnya Rp. 1.000 per klik. Lha jika yang baca ribuan, tinggal ngalikan ” papar Kinan melalui akun media sosialnya.

Beberapa netizen lain yang mengetahui tipikal blog tersebut menyampaikan komentar mereka dengan nada hampir sama.

Ahmad Ilham Aziz, seorang wartawan senior di Negeri Jiran, menyampaikan, bahwa suarabmi dan beberapa blog lain memiliki modus yang sama. Mencari uang dari hasil plagiat.

“Mereka itu blog yang menerima iklan adsense. Iklan adsense akan membayar pemilik blog dengan menghitung jumlah klik tanpa memperhitungkan conten yang diklik itu bagaimana. Inilah repotnya. Berita saya juga sering di jiplak oleh blog suarabmi dan sejenisnya.” aku Ilham kepada Apakabaronline.com.

“Blog-blog seperti suarabmi marak bermunculan. Mereka tidak jelas siapa pengelolanya, tidak jelas dimana kantornya, jika memang meraka mengaku media, tidak jelas siapa wartawannya dan lain sebagainya.” tambahnya.

“Mayoritas pembaca blog seperti itu, ya orang-orang yang tidak memiliki wawasan tentang media. Pembacanya cenderung menelan mentah mentah tanpa pernah mengkritisi isinya. Ini yang berbahaya bagi kepentingan masyarakat” imbuhnya.

Ilham menambahkan, secara tidak langsung, pembaca blog jenis tersebut telah menjadi korban eksploitasi ekonomi. Pembaca bisa mengakses harus membayar bandwith internet, mendapat informasi hasil bajakan, kemudian bloger pembajak mendapat keuntungan uang. Ilham menyebut sebagai bisnis haram.

“Jadilah pembaca yang cerdas. Jika anda peduli dengan eksistensi media yang benar-benar media, mencerdaskan, mencerahkan, tinggalkan mulai sekarang blog blog plagiat yang mengais uang” pungkasnya.  [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner