Prime banner

TUNG CHUNG, Rabu, (11/10), Seorang pekerja rumah tangga asal Indramayu, berinisial EN (36 tahun) hari ini seharusnya siap dijemput majikannya untuk bekerja di wilayah New Territory (NT). Sebagaimana biasa, sebelum “ready to work” harus dipastikan PRT tersebut “fit to work”, untuk itu dilakukan medikal ulang. Sungguh mengejutkan, EN yang tidak bersuami di Hong Kong ini alih-alih siap bekerja di majikan baru, justru hasil  tes urine untuk Pregnancy Test (tes kehamilan) menunjukkan “Positive” hamil. Lho?!

Singkat cerita, ternyata selama menunggu visa kerja dengan majikan baru turun, dia ditawari oleh teman sesama PRT untuk partime. Daripada menganggur dan tak ada pemasukan, EN pun menyambut baik tawaran bekerja yang dia ketahui itu melanggar peraturan ketenagakerjaan di Hong Kong. Akhirnya EN bekerja partime disebuah apartement di kawasan Tung Chung

.”Majikan sementara” berinisial S itu seorang laki-laki  berkewarganegaraan India dan merupakan staff sebuah perusahaan maskapai cukup ternama di Hong Kong. Tak terasa EN hampir 3 minggu bekerja pada S.

EN mengaku, selama bekerja partime itu dia sempat beberapa kali diperkosa dan tidak bisa melawan bahkan dia tak menceritakan kejadian ini kepada siapapun. Puncaknya ketika kemarin visanya sudah turun dan hari ini agensi membawanya untuk medical ulang, dia baru mengetahui kalau ternyata dirinya hamil dan mengaku sudah telat menstruasi kurang lebih 16 hari.

Faruq (MTB) : Pengacara Gadungan Peloroti PMI Hong Kong dan Taiwan

Sebelum kejadian ini, EN, perempuan berkulit bersih, berparas manis ini dulu sempat bekerja di Singapura selama lima tahun. Selanjutnya memasuki pertengahan 2017, dia bekerja di Hong Kong selama beberapa bulan. Menurut pengakuannya kepada agensi, selama mengabdi pada majikan orang Hong Kong  itu, EN mengaku majikan perempuannya sering marah-marah lantaran api cemburu. Merasa tak nyaman, EN pun memilih “break” kontrak. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris dan kantonis yang cukup lumayan, EN pun kembali mendaftar untuk mencari majikan baru dengan berganti agensi baru.

Sekarang giliran majikan baru sudah dia dapatkan, EN pun kesandung masalah. Kepada “majikan sementara” yang menyetubuhinya, dia mengaku punya pacar di Hong Kong. Entahlah, mana yang benar. Agen juga membenarkan keputusan pulang EN dengan  kondisi berbadan dua. S, pria India yang menghamili EN telah membelikan tiket pesawat satu jalan untuknya.  EN juga mengaku akan menyempatkan diri menemui S  untuk meminta uang saku. Ketika berita ini diturunkan, EN sedang dalam perjalanan ke Bandara Chek Lap Kok dengan penerbangan sekitar pukul lima sore. Menurut saksi, sempat terdengar pembicaran cukup panjang via telpon antara EN dengan S yang diakhiri dengan kata, “Love You…” [Yuni]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner