Prime banner

Kita semua selalu diajarkan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Mencuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit. Namun, jika Anda menggunakan mesin pengering tangan setelah mencuci tangan di toilet umum, ada baiknya pertimbangkan lagi.

Menurut sebuah studi terbaru dari University of Connecticut, AS, yang dilansir laman Observer, Selasa (10/4/2018), alat pengering tangan justru belum tentu bisa membersihkan tangan. Mesin pengering tersebut justru mengeluarkan mikroba seiring udara hangat.

Persoalannya, mesin tersebut tak hanya mengalirkan udara hangat, tapi juga mengisap mikroba dari ruangan untuk dikeluarkan kembali.

Dalam pengujian, para ilmuwan menempatkan makanan berkandungan bakteri di piring di 36 kamar mandi di satu gedung kampus tersebut. Mereka ingin melihat seberapa sering bakteri akan muncul di piring.

Ketika mesin pengering mati, hanya ada sekitar satu pendaratan bakteri setiap dua menit. Namun saat mesin pengering itu menyala selama 30 detik, rata-rata 18 hingga 60 bakteri muncul di piring. Angka-angka ini jauh lebih tinggi dalam beberapa kasus, pada satu titik 254 bakteri muncul di piring dalam kurun kurang dari satu menit.

Penelitian ini semakin menguatkan penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa mesin pengering tangan dapat memindahkan bakteri dari tangan ke udara. Dan bahkan mereka dapat mencemari tangan yang baru dicuci dengan endapan bakteri (h/t Live Science).

Jika bakteri yang mendarat di piring bukan berasal dari alat pengering, mereka juga mungkin berasal dari udara kamar mandi. Asalnya kemungkinan dari partikel yang mengudara akibat penyiraman kloset (flush).

Maklum, toilet umum jarang memiliki tutup. Aktivitas lain seperti meniup hidung dan menyeka kotoran juga bisa berkontribusi,

Penyakit yang lebih serius juga bisa menyebar di permukaan toilet ini. Para ilmuwan mencatat bahwa spora dari penyiraman kloset sering membawa Clostridium difficile, bakteri yang menyebabkan diare akut.

Menurut penelitian lain, setidaknya ada 62 jenis bakteri yang mewakili 21 spesies. Dua di antaranya adalah Bacillus subtilis atau PS533, yakni bakteri penghuni usus manusia dan bakteri umum Staphylococcus aureus yang berkaitan dengan infeksi serius.

Salah satu cara yang dapat membantu mengurangi sirkulasi bakteri di kamar mandi adalah memasang filter HEPA pada mesin pengering tangan. Filter HEPA, partikel udara efisiensi tinggi, merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pemanas, ventilasi dan AC (HVAC).

HEPA berfungsi menyaring udara dari lingkungan bersih untuk disalurkan ke dalam area kamar mandi. Dalam sistem HVAC, udara sebelumnya disaring melalui prefilter kemudian melewati medium filter untuk disaring melalui filter HEPA. Penyaringan udara dilakukan secara bertahap agar efektif.

Menurut teori, menambahkan filter HEPA dapat menghentikan partikel bakteri dari penyemprotan di atas tangan yang baru dibersihkan. Namun, ketika tim memasang beberapa pengering mereka dengan filter HEPA, mereka hanya mampu memblokir sekitar 75 persen bakteri, satu hal yang belum signifikan.

“Mungkin filter tidak berfungsi dengan baik, atau kolom udara besar di bawah pengering tangan mengisap bakteri dari udara tanpa filter yang berdekatan dengan kolom udara paksa,” kata Peter Setlow, ilmuwan senior yang juga guru besar di University of Connecticut kepada Newsweek (10/4).

Namun, para peneliti menyimpulkan, meski telah menggunakan saringan udara seperti HEPA, beberapa bakteri masih didistribusikan – termasuk patogen potensial – menunjukkan bahwa sementara filtrasi dapat mengurangi risiko paparan patogen, namun tidak dapat menghilangkan bakteri sepenuhnya. [Ivan JDD]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner