Prime banner

SAMARINDA – Sorak  anak-anak usia sekitar 5–6 tahun terdengar dari sebuah ruangan bercat putih. Semuanya tampak antusias mendengar penjelasan dari seorang perempuan berjilbab krem di hadapan mereka. Perempuan tersebut adalah Kartini, kepala sekolah di TK Islam Bunga Bangsa Samarinda.

Walau telah diangkat menjadi kepala sekolah sejak 2016, Kartini menyebut masih senang dan rindu masa-masa saat dirinya mengajar. Celotehan, riuh tawa, dan tangisan anak-anak adalah hal yang disenanginya. Karena itulah, dia tetap sering bertemu dengan murid-muridnya di kelas.

3 Tahun Jadi BMI Di Taiwan, Cemerlangkan Karir Fitri Di Perhotelan

“Mengajar di kelas rasanya lebih menyenangkan karena suasana di sana lebih ramai, dibanding saat saya bekerja sendirian di dalam ruangan dan hanya ditemani benda-benda mati. Jadi, sekarang saya tetap mengajar setiap hari, walaupun hanya satu jam,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (2/1).

Namun, bukan berarti ibu tiga anak itu tidak mensyukuri hal yang sudah dia capai. Sebab, banyak pasang surut kehidupan yang telah dilalui sebelumnya. Kartini mengisahkan, mulai mengajar di salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Samarinda pada 2004. Sebelum itu, 2000–2003 dia sempat menjadi pekerja migran di Arab Saudi.

“Kala itu saya ingin bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Karena saya anak pertama dari empat bersaudara sehingga merasa punya tanggung jawab membantu orangtua. Setelah saya kembali dari Arab Saudi, saya mengajar sambil kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Samarinda,” ungkapnya.

Kemudian, sambung dia, pada 2007 Kartini mengajar di TK Islam Bunga Bangsa. Pada 2010–2016 dia diangkat menjadi wakil kesiswaan dan mulai 2016 dipercaya mengemban amanah sebagai kepala sekolah.

Di Hong Kong Kuliah, Sampai Indonesia Begini Nasib Ijazahnya

“Sampai saat ini, ada banyak pengalaman yang saya dapatkan. Bermula dari mencoba mengajar di PAUD, sekarang saya malah sangat mencintai dunia belajar-mengajar ini,” papar perempuan kelahiran Magetan tersebut.

Walau telah menjadi kepala sekolah, Kartini mengatakan, tetap ingin terus belajar untuk meningkatkan dan memperbarui ilmu yang dia miliki, sehingga dia bisa selalu memperbaiki diri. Bagi dia, seiring bertambahnya waktu, manusia tetap harus belajar untuk meningkatkan kapasitas diri agar bisa terus bertahan di kehidupan ini. [Asa/Prokal.co]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner