Prime banner

Gelar kota seribu sungai yang disandang oleh kota Banjarmasin Kalimantan Selatan ini bukan saja berhenti pada banyaknya jumlah sungai yang melintasi kota Banjarmasin. Keberadaan banyaknya sungai mempengaruhi geososiologis kehidupan masyarakatnya. Saat pembangunan masih belum seperti jaman sekarang, penduduk Banjarmasin menggantungkan hidupnya pada keberadaan sungai sebagai bagian vital dari kehidupan mereka. Selain sebagai jalur transportasi untuk bermobilisasi, sungai juga menjadi sentra ekonomi. Salah satunya dengan keberadaan pasar terapung atau yang oleh masyarakat internasional dikenal sebagai Floating Market.

Pasar terapung yang letaknya di kawasan kota tua Kuin Banjarmasin ini sudah ada sejak jaman kerajaan Majapahit. Letak dari pasar yang pada awalnya juga berfungsi sebagai pelabuhan tradisional ini berhadapan dengan pusat kerajaan. Menurut dokumen sejarah, pasar ini dimulai sejak jaman Pangeran Antasari raja pertama di Banjarmasin berkuasa.

Eksotika dari pasar ini memang sudah tidak seperti jaman bahari, jika di jaman dulu masyarakat bertransaksi dengan cara barter, di jaman sekarang sudah menggunakan uang sebagai alat tukar. Namun demikian, masih ada banyak tradisi yang dalam perspektif sosiologi-antropologi dipandang sebagai kearifan tradisional masih dianut baik oleh pedagang maupun pembeli. Kearifan inilah yang menjadi salah satu eksotikanya.

Namun setidaknya, keunikan yang tidak ada di pasar lain adalah baik pembeli maupun pedagang dalam bertransaksi sama-sama menggunakan jukung (perahu kecil). Jukung lazim dimiliki oleh penduduk asli Banjarmasin sebagai alat transportasi. Komoditi yang diperdagangkan selain komoditi lokal seperti hasil bumi, makanan dan minuman khas Banjarmasin, juga komoditi hasil industri modern seperti peralatan dapur, kosmetik dan lain sebagainya. Menurut data dinas pariwisata kota Banjarmasin, tak kurang dari 4ribuan turis asing mengunjungi tempat ini.

Anda ingin berkunjung ke kawasan pasar terapung?  Rute untuk menuju ke kawasan ini jika anda masuk ke banjarmasin melalui pelabuhan Bandar Masih, anda bisa menggunakan jasa angkutan kota jurusan pelabuhan-Kuin. Namun bila anda tiba di Banjarmasin dengan menggunakan pesawat terbang, dari bandara anda melanjutkan perjalanan dengan taksi atau angkutan luar kota untuk menuju ke terminal pal 6. Dari terminal pal 6, silahkan mencari angkutan kota jurusan pal 6 Kuin. Atau jika anda ingin menambah eksotika perjalanan wisata anda, anda bisa memilih menggunakan Jukung untuk menuju ke lokasi. Pangkalan Jukung yang menuju pasar terapung Kuin lazimnya dari depan hotel Swiss Belt. (Asa)

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner