Prime banner

PACITAN – “Dulu, 3 tahun yang lalu ngakunya ke saya pas pulang habis diperkosa bule di Hong Kong, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, sambil nangis-nangis sujud di kaki saya. Setelah diperiksa, ternyata pas pulang kondisinya sudah hamil 4 bulan” tutur Rokimin saat mengawali percakapan dengan ApakabarOnline.com.

Rokimin secara hukum masih menjadi suami syah dari Sartiningsih alias Widia Ningsih alias Winnie Morgan. Warga Jalan Lembu Gemilang VII Kelurahan Bangunsari Kecamatan/Kota Pacitan ini menyadari bahwa sebagai suami, dirinya telah ditipu oleh sandiwara yang dibuat oleh istrinya, Sarti.

3 tahun yang lalu, Sarti pulang dari Hong Kong saat masa kontraknya belum selesai. Kepulangan dia yang secara tiba-tiba, tentu membuat iba Rokimin dengan pengakuan yang dibuat Sarti. Didepan Rokimin, Sarti bercerita bahwa dirinya telah menjadi korban perkosaan Bule di Hong Kong saat dia berlibur ke gunung. Dan tanpa disadari, akibat pemerkosaan seperti yang diceritakan Sarti, Sarti mengalami kehamilan.

“Saat itu, saya tidak lagi berpikir yang dalam perut istri saya adalah anak bule, tapi saat itu, yang ada dalam benak saya sebagai suami, saya harus menerima istri saya apa adanya. Dia pulang dengan selamat, sudah sangat saya syukuri. Lha wong sejak awal sebenarnya saya kurang setuju kalau dia merantau ke Hong Kong” tutur Rokimin.

Gentleman, Bule Portugal Ini Melamar PMI Ke Kampung Halaman

“Dan benar, 6 bulan kemudian, istri saya melahirkan, bayinya bule. Ya anak laki-laki yang sekarang menjadi anak saya ini” lanjutnya.

“Meskipun begitu, saya iklhas dan menerima apa adanya, baik istri saya mauppun bayi yang dilahirkan. Bahkan aktenyapun tertulis anak saya dan istri saya. Dan sampai sekarangpun yang memelihara juga saya. Pokoknya menjadi anak saya” akunya.

10 bulan usai melahirkan, Sarti kembali menyatakan keinginannya untuk kembali bekerja ke Hong Kong lantaran di rumah dia sering merasa kesepian karena seharian ditinggal Rokimin bekerja di sebuah industri pengolahan hasil laut yang masih satu kecamatan dengan rumah tinggal mereka.

“Alasannya, gaji saya kecil, tidak jelas bagaimana nanti b isa punya rumah dan punya usaha sendiri. Memang gaji saya ditambah lebur sebulan hanya satu setengah juta. Tapi kalau bijak dan bisa mengelola kan ya cukup. Yang penting bersyukur tidak mengawang-awang yang tinggi pikirannya” kenang Rokimin.

Setelah perdebatan berlangsung sampai sebulan lamanya, akhirnya dengan perasaan setengah rela, Rokimin menandatangani surrat ijin suami untuk proses Sarti kembali ke Hong Kong. Dan saat usia Ridho, anak laki-laki mereka yang bergen kan bule genapp berusia satu tahun, Sarti kembali terbang ke Hong Kong.

Kejanggalan mulai Rokimin rasakan saat setelah 3 bulan sampai di Hong Kong, Sarti tidak pernah lagi menghubungi Rokimin maupun keluarga lain. Berkali-kali Rokimin menghubungi Sarti, nomer yang biasa mereka gunakan untuk berkomunikasi sudah tidak aktif lagi. Wal hasil, Rokimin kembali tenggelam dalam kecemasan akan kondisi dan keselamatan istrinya.

“Pikiran saya sudah tidak karuhan mas, apalagi, dulu dia pernah menjadi korban pemerkosaan bule. Saat itu saya khawatir dia dibunuh atau diapakan gitu” terangnya.

Pulang Dari Hong Kong Istriku Melahirkan Bayi Bule

Kecemasan Sarti terjawab, saat salah seorang kerabat Rokimin di Ponorogo dan kerabat Sarti di Wonogiri memberi kabar tentang Sarti. Kedua kerabat tersebut sama-sama bekerja di Hong Kong, sehingga mereka lebih mudah memantau pergerakan Sarti saat sudah berhasil menemukan jejaknya.

Kedua kerabat tersebut menuturkan kepada Rokimin sesuatu yang pahit tentang Sarti di Hong Kong saat ini. Dilengkapi dengan bukti-bukti foto dan video hasil paparazi keduanya, singkatnya, Sarti saat ini sedang memiliki hubungan mesum dengan seorang bule yang tidak diketahui namanya.

“Ya ini mas, foto-fotonya. Yang ini kata Sodaranya Sarti, Foto yang diupload ke facebook bulenya bulan Desember kemarin. Masa pantas  kalau seperti ini dibilang hanya teman ? Masa kalau teman kok sampai telanjang, sampai ciuman, dan ini videonya, mereka berhubungan badan di hutan seperti binatang” tutur Rokimin dengan nada emosi.

“saya mau bercerita ke ApakabarOnline.com ini sebelumnya juga mikir-mikir mas. Bukan maksud baik yang didapatkan tapi justru hal buruk yang terjadi. Kekhawatiran saya itu, bagi orang yang tidak tahu dan tidak paham, pasti akan menyalahkan saya sebagai suami kenapa kok mengijinkan istri ke luar negeri. Atau, menyalahkan saya kenapa kok penghasilannya hanya satu setengah juta sebulan” tutur Rokimin.

[Citizen Journalist] Rebutan Bule, 2 BMI “Yak Dusshh …” Di Pantai Deep Waterbay

“Tapi hidup itu sawang sinawang mas. Hanya mereka yang bersyukur yang bisa nyawang dan merasakannya. Kalau tidak bersyukur, pasti hanya mengeluh dan maido saja” lanjutnya.

Melalui ApakabarOnline.com, Rokimin menyampaikan hal yang selama ini selalu gagal disampaikan kepada Sarti lantaran setiap akses komunikasi, begitu ditemukan Rokimin dan tersambung kembali, oleh Sarti langsung diputus saat itu juga.

Sarti, entah siapa nama samaranmu di Hong Kong, kamu tetap Sarti yang terikat buku nikah dengan aku.

Sarti, kenyataan yang beberapa bulan ini telah aku ketahui, ternyata menjadi petunjuk bahwa kamu selama ini telah membohongi aku suamimu, membohongi keluarga besar kita dan membohongi tetangga bahwa kamu telah menjadi korban pemerkosaan bule hingga kamu hamil. Tega banget kamu berbohong padahal kehamilan itu bukan hal main-main sehingga bisa dengan mudahnya kamu jadikan kebohongan.

Sarti, aku mulai tiga bulan yang lalu sudah mengambil keputusan, tidak memikirkan kamu lagi. Tidak akan mencari kabarmu lagi. Terserah kamu akan melakukan apapun sesukamu aku tidak mahu tahu.

Mulai saat ini, aku hanya ingin mengurusi masa depan Ridho saja, bayi bule hasil kumpul kebomu yang menjadi anakku” pesan Rokimin.

Rokimin berharap, dengan ditayangkannya curahan hatinya ini, bisa menjadi pelajaran berharga kepada siapa saja, terutama kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) perempuan di negara penempatan agar berhati-hati dalam menjaga dirinya. Bagi para suami PMI yang di kampung halaman, Rokimin berharap pengalaman getirnya tidak menimpa para suami PMI lainnya. [Abu Prabu]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner