Penyet ria

MANILA – Trend melakukan direct hiring pekerja formal di Taiwan semakin menyebar di beberapa perusahaan yang membutuhkan karyawan. Cara ini dilakukan atas ijin Otoritas Taiwan guna mempercepat pemenuhan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Indonesia, merupakan salah satu negara yang memiliki polupasi pekerja baik formal maupun informal yang jumlahnya sangat diperhitungkan di Taiwan. Keputusan pemerintah Indonesia menghentikan sementara pengiriman pekerja migran untuk mengisi sektor formal  di Taiwan, berimbas pada tidak terpenuhinya kebutuhaan pekerja di banyak perusahaan.

Pengiriman Pekerja Migran Formal Ke Taiwan Masih Dihentikan

Kurangnya tenaga kerja, disinyalir akan berimbas pada menurunnya produktifitas perusahaan. Dan dalam jangka panjang, hal ini akan berpengaruh pada sektor ekonomi nasional  Taiwan.

Menjawab kondisi yang demikian, sebuah perusahaan produsen makanan ternama di Taiwan melakukan direct hiring pekerja ke Filipina pada Sabtu (25/11) kemarin.

Dikutip dari Taiwannews.com, dalam proses perekrutan yang mereka lakukan,  perusahaan ini berhasil menjaring 200 tenaga formal dari warga negara Filipina dari 500 orang yang melamar.

Selama kegiatan rekrutmen, banyak mantan karyawan perusahaan ini datang mengikuti wawancara. Dalam sebuah wawancara dengan Taiwan News, Leomar Sumagit dan Jefferson Tatum, yang pernah bekerja di Departemen Produk Popsicle perusahaan ini selama tiga tahun, mengatakan bahwa mereka ingin segera bekerja untuk perusahaan tersebut, dan mereka segera mendaftarkan rekrutmen ini saat mempelajari perusahaan tersebut. Mereka dulu bekerja untuk mengadakan perekrutan langsung di Manila. [Asa/Taiwan News]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner