Prime banner

MAGELANG – Seorang anak di Magelang, Jawa Tengah (Jateng) harus putus sekolah lantaran harus merawat sang ibu yang mengalami stroke. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sang anak terpaksa harus bekerja serabutan.

Ahmad Khoirul Rozikin (13) harus melewati masa kecilnya jauh dari dunia pendidikan atau bahkan berkumpul dengan teman sebaya. Rubaniyah (46) yang terserang stroke setahun lalu membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun.

Kondisi tersebut membuat Ahmad mengubur harapannya bisa melanjutkan pendidikan ke bangku sekolah menengah pertama (SMP). Dia pun sudah tidak sekolah setahun lamanya.

“Sudah satu tahun  enggak sekolah karena enggak ada yang rawat ibu,” ucap Ahmad di rumahnya, Senin (26/3/2018).

Kecintaannya kepada sang ibu membuat Ahmad rela merawatnya meski harus mempertaruhkan masa depannya. Setiap hari, Ahmad harus mencuci pakaian, memandikan sang ibu, merapikan rambut, menyuapi makan hingga menidurkan sang ibu yang menggalami sakit stroke.

Dengan penuh kasih sayang dan iklas Ahmad selalu ada di sisi Rubaniyah dan ironisnya karena tidak ada biaya dan harus merawat sang ibu Ahmad terpaksa putus sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ahmad terpaksa bekerja serabutan. Mulai dari mengamen hingga membersihkan kaca mobil di jalan dilakukannya.

“Kasihan ibu, selama ini saya yang merawat sendirian termasuk kerjaan rumah. Untuk makan biasanya dari hasil ngamen itu pun tidak mesti pendapatannya,” katanya.

Meski demikian, Ahmad yang bercita-cita menjadi nakhoda tidak putusa asa dalam merawat ibunya. Dia berharap sang ibu segera sembuh. Impian tersebut semata-mata agar dirinya dapat melajutkan pendidikan di sekolah.

Keikhlasan Ahmad membuat bangga sang ibunda. Rubaniyah yang kesulitan berbicara akibat stroke mengaku, terharu atas perjuangan sang anak yang merawat dirinya sejak setahun lalu. “Sudah sakit satu tahun tapi tidak punya biaya. Selama ini yang rawat Ahmad. Saya sayang dan bangga sama dia,” ujar Rubaniyah.

Diketahui, Ahmad dan sang ibu kini tinggal di sebuah rumah teramat kecil di sebuah pemukiman liar dan kumuh  semenjak sang ayah meninggal. Ironisnya, Ahmad dan ibunya yang tinggal di Kampung Dudan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang hingga kini belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. [Puji Hartono]

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner