Prime banner

PURWAKARTA – Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi ternyata pernah mengeluarkan moratorium pengiriman PMI ke luar negeri. Sebagai gantinya, dia mempermudah proses pencarian kerja dengan meluncurkan menu Sampurasun Bursa Kerja di aplikasi Ogan Lopian.

Hal itu dilakukan, seiring dengan semakin memprihatinkannya nasib warga Purwakarta yang bekerja di luar negeri. Berbagai bentuk penindasan, mulai dari korban perdagangan orang, gaji tidak dibayar, kekerasan fisik maupun mental, hingga terlantarnya keluarga yang ditingggal di kampung halaman membuatnya tergerak untuk mengambil keputusan “ekstrim”, melakukan moratorium bagi warganya yang akan bekerja ke luar negeri jika tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan sebagaimana dalam perda.

Dedi : Lebih Baik Gaji 2 Juta Di Negeri Sendiri, Daripada Gaji 4 Juta Di Negeri Orang

Melalui aplikasi tersebut, para pencari kerja di Purwakarta cukup mengisi form lamaran kerja via telepon pintar. Domisili perusahaan pun disesuaikan dengan domisili para pencari kerja tersebut. Sehingga, tenaga kerja lokal mendapatkan prioritas.

“Iya kan saat menjadi Bupati saya lakukan moratorium terutama untuk tenaga kerja perempuan. Mereka tidak boleh berangkat ke Malaysia atau Timur Tengah,” katanya beberapaa waktu yang lalu.

Pada Tahun 2017, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Purwakarta mencatat sebanyak 1.089 orang tercatat sebagai pekerja migran di berbagai negara penempatan. Kebanyakan dari mereka berjenis kelamin perempuan dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia. [Asa]

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner