Prime banner

HONG KONG – Empat keluarga warga Hong Kong yang menyambut kedatangan Presiden Filipina, Duterte dalam moment kunjungannya di Hong Kong dengan menggelar poster tuntutan keadilan.

Munculnya empat keluarga dengan poster ini tentu saja menarik perhatian seluruh media lokal Hong Kong. Tak satupun media lokal yang ketinggalan mengarahkan moncong lensanya pada aksi mereka.

Usut punya usut, empat keluarga yang menggelar aksi protes tersebut merupakan keluarga dari empat warga Hong Kong yang ditangkap di Filipina dengan tuduhan terlibat dalam pembuatan narkoba, namun setelah diajukan ke persidangan, pembuktian tidak bisa dilakukan.

Diberitakan oleh HK01.com, empat warga Hong Kong yang sedang berwisata ke Filipina pada Juli 2016 yaitu Lurong Hui, Liang Shufu, dan Guo Jinhua Chen Guodong. Keempatnya ditangkap polisi Filipina di kawasan pantai Subic Bay saat mereka sedang asik menikmati suasana.

Menurut penuturan empat keluarga tersebut, keempat warga Hong Kong ditangkap begitu saja, kemudian dalam penahanan mereka dipaksa untuk mengaku telah meracik narkoba di sebuah kapal nelayan. Tentu keempat warga Hong Kong ini menolak paksaan penyidik yang menangkap mereka.

Dari hasil pemaksaan tersebut, sampai pada tahap penyidangan di pengadilan, keempat warga Hong Kong ini saat dituntut, jaksa juga tidak bisa memberikan barang bukti maupun saksi.

Bahkan, keempat warga Hong Kong ini justru bisa membuktikan fakta sebaliknya. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, di dalam tas ransel yang mereka bawa tidak ditemukan bungkusan kertas berwarna coklat berisi narkoba, beberapa saat kemudian, tampak dalam gambar rekaman CCTV, seorang yang diduga oknum polisi memasukkan bungkusan tersebut, kemudian menjadikan keberadaan bungkusan narkoba sebagai bukti.

Saat dibantah di pengadilan perihal keberadaan bungkusan tersebut, baik jaksa maupun penyidik langsung bungkam lantaran skakmat terbantahkan dengan bukti rekaman CCTV yang bertolak belakang dengan tuduhan jaksa dan penyidik.

Keempat keluarga ini menyebut sandiwara yang dipaksakan atas keluarga mereka.

Keluarga keempat warga Hong Kong yang ditahan di Filipina ini mengaku sedih dengan perlakuan yang diterima keempatnya selama dalam penahanan. Mereka menyatakan, secara umum, perlakuan terhadap tahanan di Filipina tidak manusiawi baik secara fisik maupn mental.

Kedatangan Duterte dimanfaatkan oleh empat keluarga ini untuk menyuarakan keadilan. Mereka meneriakkan tuntutan mereka untuk dilakukan pemeriksaan ulang atas sandiwara (perkara) yang dijeratkan kepada empat anggota keluarga mereka. [Asa]

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner Iklan banner