September 29, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

18 Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik Haji

3 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

CAUSEWAY BAY – Sebanyak 39 Warga Negara Indonesia (WNI) akan berangkat haji  dari Hong Kong tahun ini. Dari ke-39 calon jamaah haji  tersebut, 18 diantaranya adalah pekerja migran Indonesia (PMI). Menurut ketua panitia pemberangjatan haji 2016, Ampon Mustajab, jumlah ke-39 calon jema’ah haji tersebut terdiri dari  38 peserta dan 1 orang pembimbing. Laki-laki 10 orang dan perempuan 29 orang. PMI 18 orang dan non-PMI 21 orang. Rinciannya, pejabat KJRI 4 orang, terdiri dari 3 orang Konsul yang berangkat bersama istri, dan 1 orang Konsul yang berangkat dengan ibu kandung, orang tua pegawai staf KJRI Hong Kong, pegawai BUMN bersama pasangan, kru Chatay Pasific, dan PMI.

“Persiapannya dari bulan Mei, dari mulai menyusun panitia, penyebaran brosur, menerima pendaftaran, dan mempersiapkan tiket. Soal tiket yang paling krusial, karena tiket untuk haji tidak bisa di-cancle juga tidak bisa batal. Kalau sudah approved, langsung bayar. Kalau di-cancle, akan hilang. Tiket sudah kita fixed-kan sampai tanggal 31 Juli kemarin. Itu sudah fixed dan sudah tidak bisa di-cancle lagi. Begitu masuk bulan Agustus, kita tinggal finishing-nya saja, misalnya persiapan pelepasan,” ungkap Ampon, saat acara pelepasan calon jamaah haji di ruang Ramayana KJRI Hong Kong, Minggu (28/8) lalu.

“Biaya haji tahun ini HK$44,655. Tahun ini ada kenaikan HK$300, itu langsung dari Arab Saudi karena kita membayar uang Bank Draft langsung ke panitia di Jeddah. Tidak seperti tahun lalu, Bank Draft kita beli di Hong Kong maisng-masing dan dibawa ke Jeddah, tapi sampai di sana ditolak dengan berbagai alasan oleh petugas di bandara King Abdul Aziz, Jeddah, saat kedatangan. Sehingga, akhirnya harus beli lagi di sana. Menghindari hal itu terulang lagi, sekarang panitia di Jeddah sudah menyiapkan Bank Draft di sana. Jadi, kita tinggal datang dan tidak perlu repot lagi dari Hong Kong. Nilai Bank Draft kira-kira US$300,” ungkap Yolvis Sahardi, salah satu panitia pemberangkatan haji.

Dari 39 calon Jamaah haji, usia termuda 32 tahun, yakni istri  Manager BRI Remittance Company, Gigieh Perkasa. Usia tertua ada 2 orang, yang berusia 66 tahun, yakni bapak Eka Madya Agus Supeti, ayah Konsul Muda Penerangan Sosial dan Budaya Pangky Saputra, dan Ani Kasriyah, PMI yang bekerja di Hong Kong.

Acara pelepasan calon haji kemarin dihadiri Konsul Jenderal Chalief Akbar serta para home staff KJRI Hong Kong. Dalam sambutannya Konjen Chalief mengungkapkan, tahun ini adalah keempat kalinya dia meyaksikan dan menghadiri acara pelepasan haji dari Hong Kong. Dari tahun ke tahun jumlah calon jamaaah haji cenderung meningkat.

“Tahun kemarin ada 34, tahun ini 38. Dari 39 orang, belum semua diberikan visa. Kurang lebih, sebagian. Alhamdulilah, pada tanggal 19 Agustus waktu itu saya bertemu dengan Konjen Arab Saudi dan mengharapkan bantuan untuk proses penerbitan visa. Pada saat tersebut Beliau mengatakan akan membantu sekuat tenaga. Karena Beliau lama pernah tinggal di Indonesia. Jadi, Beliau punya semacam ikatan emosional dengan orang Indonesia,’’ ungkap Chalief.

18 Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik Haji 3

Konjen Chalief menambahkan, tahun ini ada sedikit perubahan dalam penerbitan visa haji. Disampaikan, ada satu prosedur yang harus ditempuh untuk calon jamaah haji yang berasal dari Indonesia. “Namun, semua ada jalannya. Semua ada rejekinya. Harapan saya, semoga semua niat baik untuk melakukan ibadah haji pada tahun tahun 2016 ini diberikan kemudahan, kelancaran, dan kemudian Mbak-Mbak semua diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan semua prosesi dengan baik dan lancar dan kembali ke Hong Kong dengan selamat,” ujarnya.

Siti Fatimah, salah satu PMI calon jamaah haji, mengungkapkan syukurnya karena bisa berangkat  haji. “Saya tidak bisa melukiskan kebahagiaan saya, atas nikmat yang sudah saya terima dan diberikan oleh Allah SWT kepada saya, sehingga saya bisa menginjakkan kaki di tempat yang sangat mulia, yang sudah pasti dirindukan oleh Jamaah yang hadir di sini,” ujarnya, saat dimintai kesannya bisa berhajid ari Hong Kong.

Calon jamaah haji akan berangkat pada 2 September, jam 18:55  dengan pesawat Ettihad, dan akan transit satu kali di Abu Dhabi, Ui Emirat Arab, lalu terbang lagi ke Jeddah, Arab Saudi. Jamaah haji  akan kembali pada 22 September dan akan sampai di Hong Kong sekitar jam 10:00 pagi.

18 Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik Haji 2

Banyak pihak turut mensponsori dan mendukung pemberangkatan haji 2016. KJRI Hong Kong memfasilitasi berbagai hal, mulai dari pengurusan visa hingga memberikan tempat manasik. Bank BRI memberikan koper, Restoran Kampoeng menyumbang berbagai barang, mulai dari buku haji, sajadah, tasbih, botol air minum, hingga buku manasik. Bank Mandiri menyumbang tas, Bank BNI memberikan kipas, payung, dan kantong. Sumbangan juga diberikan majelis pemngajian Tung Chung, Telin Hong Kong, Warung Aremam dan Indonesian Club.

Semoga menjadi haji mabrur! [hanna]

Advertisement
Advertisement