66 Kabupaten/Kota di Indonesia yang Belum Laporkan Tersentuh Corona

Prime Banner

JAKARTA – Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, ada 99 kabupaten/kota masuk zona hijau covid-19 per 28 Juni 2020. Sebanyak 66 daerah di antaranya belum pernah dilaporkan kasus.

“Jadi yang disebut zona hijau adalah zona yang terdiri dari tidak terdampak dan zona yang tidak ada kasus baru. Yang disebut tidak ada kasus baru adalah selama 4 minggu terakhir dan kasus yang ada sudah sembuh 100%,” kata Wiku dalam dialog yang disiarkan akun YouTube BNPB Indonesia, Jumat (03/07/2020).

Wiku menyebut capaian ini merupakan prestasi, karena sebelumnya daerah-daerah tersebut berada di zona kuning, oranye, dan merah. Kemudian jumlah zona merah atau zona dengan risiko tinggi pun sudah berkurang menjadi 53 kabupaten/kota, dari 57 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.

Secara keseluruhan, kata dia, jumlah zona merah semakin turun sejak pemantauan dari 31 Mei. Semua ada 108 zona merah, kemudian menjadi 65 zona merah per 7 Juni, dan selanjutnya menjadi 51 zona merah per 14 Juni. Meski sempat naik menjadi 57 per 21 Juni, saat ini turun kembali.

“Tidak serta-merta bahwa daerah yang dulunya merah semuanya itu pindah ke zona lainnya, sehingga tersisa seperti itu. Bisa saja yang zona oranye pindah kepada zona merah. Jadi ini dinamis semuanya, tetapi intinya pada titik tertentu inilah kondisinya. Jadi bisa berubah dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Semakin menurunnya zona merah selama empat pekan dapat diartikan semakin menurunnya risiko peningkatan kasus dari waktu ke waktu. Dengan demikian, Wiku mengklaim, saat ini cara penanggulangan covid-19 sudah dilakukan dengan benar.

“Jadi melihat Indonesia tidak bisa melihatnya dari Jakarta atau dari Monas. Kita harus bisa melihat satu per satu daerah,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan, gabungan zona kuning dan hijau, masih terus berfluktuasi. Selama empat pekan terakhir tercatat ada 46,70% per 31 Mei, 44,36% per 7 Juni, 52,53% per 14 Juni, 58,37% per 21 Juni, dan 55,25% per 28 Juni.

Wiku mengatakan, data ini menunjukkan setidaknya ada 50% lebih daerah di Indonesia yang risiko peningkatan kasusnya rendah dan tidak terdampak. Dia menyebut ketangguhan Indonesia dilihat dari daerahnya.

Data zonasi covid-19 tersebut terus diperbaharui dan diumumkan secara berkala setiap pekan pada hari Senin. Walaupun sebenarnya perubahan zonasi bisa terjadi setiap hari karena pemantauan sudah bisa dilakukan secara realtime.

“Kita umumkannya setiap satu minggu sekali supaya ada waktu untuk pemerintah daerah dan masyarakat menyesuaikan diri. Jadi kalau zonanya merah, misalnya, berarti kasusnya banyak, pengetesannya mungkin kurang, dan seterusnya. Itu silakan pemerintah daerah menyesuaikan diri dan masyarakatnya juga begitu,” ungkap Wiku.

Dinamika perubahan zonasi bisa terjadi karena bergantung kepada kedisiplinan masyarakat dan pimpinan daerah untuk bekerja secara kolektif. Jadi, tegas dia, suatu daerah meskipun sudah zona hijau tidak berarti tidak ada risiko.

“Mereka tetap punya risiko. Jadi harus tetap menjaga jangan sampai yang, misalnya, tidak pernah terdampak menjadi ketularan dari tempat lain. Itu harus dijaga,” imbuhnya.

Data-data peta zonasi covid-19 ini tidak hanya dapat diakses oleh pemerintah daerah, tetapi terbuka untuk diakses masyarakat di laman covid19.go.id. []

You may also like...