June 22, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Adab Bertamu yang Diajarkan Rasulullah

3 min read

ApakabarOnline.com – Bertamu merupakan salah satu cara untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan persaudaraan.

Dalam Islam, terdapat adab bertamu yang menjunjung tinggi sopan santun agar penerima tamu tidak merasa keberatan dengan kehadiran tamunya.

Etika dalam bertamu telah diatur dalam Alquran yang berasal dari firman Allah SWT dan hadits adab bertamu yang berasal dari sabda Rasulullah SAW.

 

Adab Bertamu dalam Islam

Agar momen silaturahmi berjalan lancar dan tidak mengganggu penerima tamu, berikut ini Indozone bagikan adab bertamu dalam Islam:

 

  1. Memilih Waktu Kunjungan yang Tepat

Memilih waktu bertamu yang tepat adalah adab bertamu paling utama yang harus diperhatikan.

Jika sudah mengenal pemilik rumah, beri tahulah kepadanya sebelum berkunjung, lalu sesuaikan waktu yang pas dengannya.

Namun, jika kamu belum mengenal pemilik rumah, hindari bertamu sebelum Subuh, setelah Zuhur, dan sesudah Isya.

Sebab, waktu-waktu tersebut sering dipakai untuk beristirahat, sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Anas:

“Rasulullah tidak pernah mengetuk pintu pada keluarganya pada waktu malam. Biasanya ia datang kepada mereka pada waktu pagi atau sore.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

 

 

  1. Mengetuk Pintu dan Mengucapkan Salam

Adab bertamu dalam Islam selanjutnya yakni mengetuk pintu dengan lembut agar tidak mengganggu pemilik rumah.

Kemudian, ucapkanlah salam dan tunggu beberapa saat sampai ada jawaban dari dalam rumah.

Bila kamu sudah mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebanyak tiga kali, namun tidak ada sahutan, tinggalkanlah dan kunjungilah di lain waktu, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah juga menganjurkan umat Muslim agar menjaga pandangannya, dengan tidak mengintip ke dalam rumah melalui jendela.

 

  1. Memperkenalkan Diri kepada Tuan Rumah

Memperkenalkan diri kepada tuan rumah juga termasuk salah satu adab bertamu dalam Islam.

Jika pemilik rumah bertanya siapa yang datang ke rumahnya, jawablah dengan jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Dengan mengenali tamunya, tentu saja pemilik rumah akan lebih nyaman menerima kunjungan tamunya.

 

  1. Bersalaman

Ketika tuan rumah sudah membuka pintu, bersalamanlah dengan sopan untuk menciptakan kesan yang baik.

Rasulullah sangat menganjurkan umat muslim untuk bersalaman, kecuali pada lawan jenis, sebagaimana sabda beliau:

“Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

 

  1. Masuk ke Rumah Bila Diberi Izin

Adab bertamu menurut Islam selanjutnya yaitu masuk ke rumah jika pemilik rumah telah memberikan izin.

Allah SWT melarang hamba-Nya masuk ke dalam rumah jika rumah tersebut tengah kosong atau pemilik rumah sedang enggan menerima tamu.

“Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. An-Nur: 28)

 

  1. Duduk di Tempat yang Disediakan

Bila pemilik rumah telah mempersilakan tamu duduk di tempat yang telah disediakan, maka sebagai tamu hendaklah duduk di tempat yang ditunjukkan.

Hindari duduk di tempat duduk khusus milik tuan rumah, atau mengambil posisi yang bisa melihat isi rumah.

“Dari Mu’awiyah bin Hudaij, ia berkata, saya pernah meminta izin menemui Umar RA, orang-orang lalu berkata, duduklah di tempatmu sampai ia keluar menemuimu! Maka aku duduk di dekat pintunya hingga beliau keluar menemuiku.” (HR. Bukhari)

 

  1. Menerima Jamuan yang Disediakan

Jika tuan rumah memberikan jamuan, makan atau minumlah meskihanya sedikit, untuk menghargai pemberiannya.

Segera nikmati hidangan begitu tuan rumah mempersilakan, jangan sampai tuan rumah mempersilakan berkali-kali.

Sebisa mungkin, hindari menunjukkan wajah tidak suka atau mengatakan tidak menyukai hidangan yang diberikan.

 

  1. Pamit dengan Sopan

Adab bertamu saat kunjungan selesai yaitu berpamitan dengan sopan kepada pemilik rumah.

Minta izin dan jangan lupa ucapkan terima kasih kepada tuan rumah karena sudah menerima dengan baik.

Perhatikan pula durasi saat bertamu, sebaiknya jangan terlalu lama agar tidak mengganggu kesibukan lain tuan rumah.

Itulah adab bertamu dalam Islam yang terdapat pada Alquran dan hadis. Semoga bermanfaat! []

Advertisement
Advertisement