May 18, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Air Asia, Maskapai Langganan Bandar Narkoba

2 min read

SURABAYA – Maraknya kalangan buruh migran (BMI)  yang tertangkap membawa Narkoba melalui Bandara udara belakangan ini ditengarai akibat ketidak tahuan mereka atas barang yang dititipkan. Oleh karena itu, Direktur Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Kombes Pol. Gagas Nugraha menghimbau agar para BMI selalu waspada jika diminta membawa barang yang tidak jelas jenisnya.

Sebagaimana diberitakan suarajatim.com, Gagas menyebut, seringkali BMI yang tertangkap membawa narkoba kaget dan tidak tahu menahu tentang barang titipan yang dibawanya tersebut adalah barang haram.

Sembunyikan Sabu Di Organ Intim, BMI Asal Sragen Di Ringkus Digelandang ke Ditreskoba Polda Jatim

“Mereka sasarannya di Indonesia apalagi jalur udara ini mayoritas TKI, TKI ini saat mereka ditangkap tidak tahu apa – apa, hanya dipasrahin barangnya sampai disini tertangkap,” kata Gagas Nugraha di kantor TMP Bea Cukai Juanda.

Selain itu, para Bandar narkoba yang ada di negara lain terutama Malaysia menganggap pengawasan pada jalur ini longgar.

“Satu sisi memang ada kelonggaran dengan modus pesawat yang sama Air Asia, selalu itu. Ada yang mungkin tidak terlalu ketat untuk pengawasannya karena dari pengakuan Tersangka yang Kita tanyakan, sudah melakukan dua kali dan ketiga kalinya tertangkap,” lanjut Gagas.

Dirinya meminta kepada semua pemangku kepentingan termasuk maskapai penerbangan terus meningkatkan pengawasan terhadap masalah ini.

“Khusus pesawat air asia agar lebih intensif pengawasannya. Jadi melibatkan semua stakeholder dari Kepolisian, BNNP, Bea cukai, Imigrasi, Angkasa pura dan ini untuk pengamanan bandara semua harus sinergi untuk menangani masalah ini,” ucapnya.

Sebelumnya, mantan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur ini menyampaikan bahwa pihaknya saat ini telah menetapkan 2 Daftar Pencarian orang (DPO) dari pengembangan kasus penyelundupan sabu jalur udara yang terlibat dalam jaringan Bangkalan dan Kalimantan barat. [Asa/Dofir]

Advertisement
Advertisement