April 20, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Al-Quran Merinci, Begini Ciri – Ciri Orang yang Dimuliakan Allah

2 min read

JAKARTA – Sebagian besar orang mengukur kemuliaan hanya dari segi materi, kekayaan, rupa yang tampan atau cantik, ataupun jabatan yang tinggi. Padahal, materi tidak dapat dijadikan tolok ukur seseorang itu mulia atau hina.

Rasulullah SAW bersabda:

”Kemuliaan dunia adalah kekayaan dan kemuliaan akhirat adalah ketakwaan. Kamu, baik laki-laki maupun perempuan, kemuliaanmu adalah kekayaanmu, keutamaanmu adalah ketakwaan, kedudukanmu adalah akhlakmu, dan (kebanggaan) keturunanmu adalah amal perbuatanmu.” (HR Ad-Dailami).

Selain itu, orang yang mulia selalu menyambung tali persaudaraan dalam setiap kondisi, menebarkan salam, memerhatikan urusan kaum Muslimin, memelihara kemaluan, beraktivitas, dan berusaha mengamalkan kebajikan. Selain itu juga melakukan amar ma’ruf nahi munkar, bersegera melakukan kebajikan, dan takut mendapatkan siksa akibat ketamakan.

Dikutip dari Republika.co.id, ciri lain yang paling menonjol pada kepribadian orang mulia adalah sebagai berikut:

 

  1. Beriman kepada Allah SWT dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Alashr [103]: 3).

 

  1. Mendawamkan ibadah qiyamul lail, firman-Nya:

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS Al-Isra’ [17]: 79).

 

  1. Orang yang memiliki ilmu pengetahuan hidupnya akan mulia. Ini dijamin Allah SWT sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an.

”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS Almujadilah [58]: 11).

Melansir Suara.com, apabila Allah SWT mencintai seorang hamba maka Dia menyeru Jibril: “Sesungguhnya Allah SWT mencintai Fulan maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit: Sesungguhnya Allah SWT mencintai si Fulan maka cintailah ia, maka penduduk langit pun mencintainya. Setelah itu kecintaannya diteruskan kepada penduduk di muka bumi”, (HR Al-Bukhari).

Salah satu penjelasan dalam Al-Qur’an adalah mengenai golongan yang dicintai Allah SWT. Golongan yang dicintai oleh Allah ini adalah golongan yang beruntung di dunia dan juga akhirat. Mereka akan mendapatkan pertolongan dari segala kesulitan, kabar gembira, dan juga segala kesedihan, keamanan dari segala ketakutan serta kepastian dari setiap keraguan.

Golongan yang pertama adalah orang yang bersabar. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153 yang artinya,”Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

Golongan yang kedua adalah orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman yang artinya, “…Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang yang bertakwa”, (QS At Taubah: 07). []

Advertisement
Advertisement