January 5, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Alat Kontrasepsi Dikenai Pajak Tinggi, China Mengejar Angka Kelahiran

2 min read

HONG KONG – Jika selama tiga puluhan tahun sebelumnya, alat kontrasepsi seperti kondom, pil KB serta obat kontrasepsi lainnya dijual murah untuk melindungi warga dari sebaran penyakit menular, saat ini, China telah menghapus pengecualian pajak selama tiga dekade untuk obat dan alat kontrasepsi dalam upaya untuk mendorong angka kelahiran yang lesu di negara tersebut.

Kebijakan ini berlaku mulai Kamis (01/01/2026) kemarin dan berlaku diseluruh wilayah China.

Bahkan kondom dan pil kontrasepsi dikenakan pajak pertambahan nilai sebesar 13%. Tarif ini standar untuk sebagian besar barang konsumsi di negara tersebut.

“Langkah ini dilakukan karena China berjuang untuk meningkatkan angka kelahiran di negara ekonomi terbesar kedua di dunia,” tulis  Reuters, dikutip Jumat (2/1/2026).

“Populasi China menurun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2024 dan para ahli telah memperingatkan bahwa penurunan ini akan berlanjut.”

Sebelumnya, China membebaskan subsidi penitipan anak dari pajak penghasilan pribadi. Pemerintah juga meluncurkan subsidi penitipan anak tahunan tahun lalu.

Ini menyusul serangkaian langkah “ramah kesuburan” pada tahun 2024, seperti mendesak perguruan tinggi dan universitas untuk menyediakan “pendidikan cinta” untuk menggambarkan pernikahan, cinta, kesuburan, dan keluarga secara positif. Para pemimpin pun kembali berjanji bulan lalu, pada Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan, untuk mempromosikan “sikap positif terhadap pernikahan dan melahirkan anak” untuk menstabilkan angka kelahiran.

Angka kelahiran di China telah menurun selama beberapa dekade sebagai akibat dari urbanisasi yang cepat dan kebijakan satu anak yang diterapkan China dari tahun 1980 hingga 2015. Biaya penitipan dan pendidikan anak yang tinggi, serta ketidakpastian pekerjaan dan perlambatan ekonomi, juga telah membuat banyak anak muda China enggan menikah dan memulai keluarga.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Desember, pengenaan PPN ini sempat memicu perdebatan di platform Weibo. Sejumlah warga mempertanyakan apakah harga kondom yang lebih mahal dapat memicu lonjakan penyakit menular seksual atau mengubah pandangan publik tentang memiliki anak. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply