September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Apa yang Terjadi pada Pelaku Rebound Relationship ?

2 min read
Rebound relationship Ilustrasi Istimiwir

Rebound relationship Ilustrasi Istimiwir

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com –  Rebound relationship adalah hubungan baru yang dimulai segera setelah hubungan sebelumnya berakhir.

Mereka baru saja mengakhiri hubungan romantis dan memutuskan terlibat dengan orang lain meskipun tidak sembuh secara emosional dari perpisahan itu.

Perasaan kesepian dan kerinduan akan menjalin kasih tampaknya lebih besar daripada kebutuhan akan penyembuhan pascaputus cinta.

Beberapa orang percaya jika mereka memiliki seseorang yang baru dalam hidup mereka, itu dapat membuatnya melupakan hubungan terakhir dan membantu mereka melanjutkan hidup.

Orang mencari hubungan rebound karena berbagai alasan, biasanya karena emosi negatif dari kesedihan, sakit hati, kemarahan, rasa bersalah, dan mungkin rasa malu yang terkait dengan perpisahan adalah hal-hal yang belum siap mereka tangani.

Beberapa orang juga menjalin hubungan rebound karena alasan yang lebih kecil, seperti mencoba membuat mantan cemburu.

 

Tanda Seseorang dalam Rebound Relationship

Mengutip Better Help, berikut ini tanda-tanda yang dialami seseorang jika mereka termasuk ke dalam hubungan rebound.

 

  1. Tanpa tujuan

Kedua belah pihak memasuki hubungan tanpa mengetahui tujuan, nilai, dan minat pasangan mereka.

Hubungan itu dimulai sebagai akibat dari kesedihan bersama atas putusnya hubungan jangka panjang yang telah mereka jalani sebelumnya.

 

  1. Tidak tahu sampai kapan akan bertahan

Hubungan rebound biasanya tidak diharapkan bertahan dalam waktu lama atau berkembang menjadi hubungan jangka panjang.

Ini karena pihak-pihak yang terlibat tidak saling berkontribusi untuk mengenal satu sama lain agar hubungan tumbuh.

Banyak orang memasuki hubungan rebound guna mencoba melarikan diri dari masalah hubungan sebelumnya tanpa memikirkan apa itu hubungan yang sehat.

 

  1. Upaya melampiaskan rasa sakit

Sebagian besar hubungan rebound lahir dari upaya untuk melepaskan diri dari rasa sakit dari hubungan jangka panjang yang berakhir secara tidak terduga atau tiba-tiba.

Upaya ini guna menyingkirkan rasa sakit yang belum sepenuhnya pulih, padahal emosinya belum benar-benar membaik.

 

  1. Berpotensi menjadi hubungan yang toksik

Jika seseorang menjalin hubungan baru pascaputus dalam jarak dekat, ini sering kali berhubungan dengan hubungan toksik atau yang akrab dikenal dengan toxic relationship.

Ya, karena mereka belum sepenuhnya bangkit atau sembuh dari rasa sedihnya setelah putus. Hal ini harus diwaspadai.

 

  1. Cenderung memiliki masalah yang belum tuntas

Orang yang memasuki hubungan baru tanpa mengakhiri masalah secara tuntas di hubungan sebelumnya, ini adalah tanda peringatan tidak baik.

Ciri khas ini adalah bagaimana hubungan rebound yang tidak sehat dimulai dan biasanya hubungan itu menjadi gagal.

Jadi, itulah penjelasan tentang rebound relationship. Sebaiknya, fokus terlebih dulu pada penyembuhan kesedihan pascaputus daripada terburu-buru menjalin hubungan baru.  []

Penulis : Ericha Fernanda, Sumber Para Puan

 

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply