September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Aplikasi Booking Paspor Online Sudah Bisa Diinstal

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Sistem booking online pelayanan paspor menggunakan aplikasi WhatsApp dihentikan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong pun menyiapkan sistem lain booking online berbasis aplikasi Android. Per akhir Juli 2016 lalu sistem tersebut sudah siap.

Nama aplikasinya, e-Layanan KJRI Hong Kong. Aplikasi tersebut dapat dicari dan diinstal secara gratis melalui playstore handphone Android.

“Aplikasinya (untuk pengguna Android) sudah siap, silakan diinstal. Saat ini kami sedang menyiapkan aplikasi IOS (untuk pengguna IPhone),” kata Konsul Imigrasi Andry Indrady kepada Apakabar Plus, Senin (8/8).

Screenshot_20160808-114431

Sebelumnya, pada pertengahan Juli lalu, Konsul Andry menyatakan bahwa aplikasi tersebut sudah siap diluncurkan pada akhir Juli 2016. “Akhir bulan ini kami launching (meluncurkan) aplikasi paspor berbasis Android. Dengan penggunaan aplikasi Android ini kita tidak bergantung lagi kepada sistem WhatsApp. Konsepnya masih sama, pelayanan paspor harus booking terlebih dulu,” kata Andry, saat ditemui Apakabar Plus di runag kerjanya, Senin (16/7) lalu.

Sistem booking tetap dipertahankan KJRI dalam pelayanan paspor. “Karena kami ingin ada kepastian dan tidak ada lagi antrean panjang di luar gedung KJRI,” ujar Andry, menjelaskan.

Bagaimana kalau pekerja migran Indonesia (PMI) tidak mempunyai sistem Android di handphone dan bukan pengguna IPhone? Konsul Andry merekomendasikan, PMI mengajukan permohonan booking pelayanan paspor lewat pos. “Kami masih buka booking lewat pos,” ujarnya.

“Tapi yang saya tidak mengerti, orang lebih suka berdesak-desakan mengantre, daripada mengirim permohonan booking lewat pos,” kata Andry.

KJRI juga, sebut Andry, sedang menyiapkan operator telepon untuk booking pelayanan paspor. Namun, sistem booking lewat telepon membutuhkan biaya dan sumber daya manusia yang cukup besar. Sebab, dibutuhkan sejumlah petugas yang selalu siap menerima panggilan telepon.

Selain itu KJRI juga membuat inovasi pelayanan paspor berbasis pos. Tujuannya, untuk menghindari kedatangan pemohon sampai 3 kali.

“Cukup sekali saja, saat pengambilan foto dan wawancara oleh petugas. Ini juga amanat Bu Menteri (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat datang ke Hong Kong, beberapa waktu lalu),” kata Andry.

Caranya, pemohon datang ke kantor pos, membeli prepaid post service seharga HK$31. Dengan biaya sebesar itu pemohon akan diberikan amplop dengan alamat yang sudah tercantum. Saat diwawancarai dalam proses pembuatan paspor di KJRI, amplopnya diserahkan ke petugas.

Saat paspor jadi, petugas KJRI akan memasukkannya ke dalam amplop tersebut, lalu dikirim ke alamat pemohon paspor. “Waktu yang dibutuhkan paling lama 2 hari,” ujar Andry. [razak]

Advertisement
Advertisement