August 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Awas, Smartphone Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Orang Dewasa

2 min read

JAKARTA – Smartphone atau ponsel adalah barang berharga yang selalu dan pasti dibawa banyak orang. Penggunaan ponsel yang mampu mempermudah segalanya, tak heran jika orang menghabiskan waktunya bersama ponsel.

Namun, ketahuilah bahwa menghabiskan banyak waktu dengan ponsel bisa menyebabkan penurunan kesehatan mental.

Dilansir India TV, menurut laporan Sapien Labs, pertumbuhan penggunaan smartphone dan peningkatan isolasi sosial menunjukkan penurunan kesehatan mental orang dewasa muda berusia 18-24 tahun.

“Data menunjukkan bahwa orang sekarang menghabiskan 7-10 jam online,” kata Tara Thiagarajan, Kepala Ilmuwan di Sapien Labs, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari India TV.

Waktu yang terlalu banyak dihabiskan dengan ponsel membuat interaksi sosial secara langsung berkurang, sehingga mempengaruhi kesehatan mental.

Thiagarajan juga menyebutkan bahwa interaksi sosial mengajarkan orang cara membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, sentuhan fisik, respons emosional yang tepat, dan resolusi konflik, keterampilan hidup yang sangat penting untuk perkembangan sosial-emosional.

Tanpa keterampilan ini, orang dapat merasa terlepas dari masyarakat dan mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri.

Laporan itu juga mengungkapkan bahwa selama pandemi, kesejahteraan mental setiap kelompok usia yang lebih muda dari orang dewasa turun jauh dramatis.

Di 34 negara tempat data diperoleh, penurunan, terutama untuk orang dewasa muda (usia 18-24), memperburuk tren yang ada sebelum pandemi tetapi dimulai setelah 2010, bersamaan dengan pertumbuhan penggunaan ponsel.

Studi tersebut menguraikan gejala-gejala utama yang mempengaruhi sebagian besar orang dewasa muda berusia 18-24 tahun atau yang paling signifikan diperkuat atau memburuk dibandingkan dengan orang dewasa yang lebih tua.

Beberapa gejalanya ialah pikiran aneh atau tidak diinginkan, citra diri, harga diri dan kepercayaan diri, perasaan terlepas dari kenyataan, hubungan dengan orang lain, pikiran untuk bunuh diri, ketakutan dan kecemasan, dan perasaan sedih, tertekan dan putus asa. []

Advertisement
Advertisement