August 8, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Banyaknya Kasus Baru yang Ditemukan di Hong Kong Membuat Upaya dan Pengorbanan Selama Dua Tahun yang Dilakukan di Hong Kong Sia-Sia

1 min read
Microbiologist and government adviser Professor Yuen Kwok-yung. Photo K.Y. Cheng SCMP

Microbiologist and government adviser Professor Yuen Kwok-yung. Photo K.Y. Cheng SCMP

HONG KONG – Ditemukannya 1.161 kasus baru positif terinfeksi covid-19 per Rabu (09/02/2022) serta lebih dari 1.400 kasus positif dari klaster penularan lokal yang tidak diketahui sumber penularannya membuat seluruh upaya yang dilakukan oleh semua pihak, termasuk pengorbanan yang dilakukan masyarakat selama dua tahun sejak pandemi covid melanda Hong Kong terasa sia-sia.  Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Yuen Kwok-yung, Ahli Mikrobiologi Universitas Hong Kong dalam siaran radio pagi ini (10/02/2022).

Yuen mengatakan, efek dari pengetatan jarak sosial setidaknya akan terlihat 7 hingga 10 hari kedepan setelah pusat karantina Teluk Penny’s dan AsiaWorld-Expo penuh.

Yuen menyarankan, semestinya AsiaWorld-Expo digunakan khusus untuk melindungi mereka yang memiliki resiko tinggi seperti lansia, anak-anak, serta orang yang tidak divaksinasi, dimana saat ini tenaga pekerja pemerintah sudah tidak mampu lagi mengatasi mereka.

Disisi lain, asisten Profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat CUHK, Kwok Kin-on mengatakan, dengan ditemukannya 1.161 kasus baru kemarin, seharusnya ada pertimbangan yang lebih ketat terhadap masa inkubasi, waktu pengujian virus, dengan angka kasus harian yang diumumkan pada hari berjalan.

Menurutnya, selama warga mematuhi protokol kesehatan, diharapkan tingkat penularan virus akan segera turun, dan epidemi akan mencapai puncaknya pada akhir Februari atau awal Maret.[]

Advertisement
Advertisement