Banyaknya PMI yang Menikah Dengan Orang Asing Menjadi Perhatian di Banjar Jabar

Prime Banner

BANJAR – Banjar, merupakan wilayah yang sebelumnya merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Ciamis yang kini setelah mengalami pemekaran wilayag berstatus sebagai Kota Banjar dalam perkembangannya juga melakukan langkah antisipasi terhadap semakin banyaknya warga asing yang masuk ke wilayah tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II non TPI Tasikmalaya Sugiono melalui Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Agustinus Wahyudi Indaryono menyatakan pengaruh kawasan Banjar, Ciamis, serta wilayah sekitarnya sebagai salah satu kantong pekerja migran di area Jawa Barat menjadi sebab banyaknya orang asing berdatangan baik legal maupun ilegal.

Karena hal tersebut, perlua dilakukan pengawasan terhadap pekerja migran yang menikah dengan orang asing untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Yang perlu kita antisipasi masuknya orang asing itu melakukan hal negatif, seperti perkawinan campur. Apalagi di Kota Banjar ternyata banyak TKI yang mencari kerja di luar negeri. Dan tidak menutupkemungkinan mereka melakukan perkawinan campur dengan orang asing, sehingga hal tersebut perlu diantisipasi,” jelasnya saat melantik Tim Pora Kota Banjar Jawa Barat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II non TPI Tasikmalaya membentuk dan mengukuhkan Tim Pengawas Orang Asing (Tim Pora) tingkat kota dan kecamatan se-Kota Banjar di Aula Sekretariat Daerah Banjar Senin (17/06/2019). Mereka bertugas mengawasi masuknya orang asing di Kota Banjar.

Tim tersebut dibentuk berdasarkan dan sebagai bentuk tindak lanjut dari adanya Peraturan Presiden Nomor 6 tahun 2016 tentang Visa Bebas Kunjungan.

“Diharapkan pembentukan Tim Pora bisa mengantisipasi datangnya orang asing ilegal masuk ke Indonesia, khususnya ke Kota Banjar,” ujarnya kepada wartawan.

Tim Pora, kata dia, nantinya bisa saling bertukar data atau informasi terkait orang asing dengan Kantor Imigrasi.

Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana menyambut baik adanya Tim Pora. Tim tersebut bisa mengawasi keberadaan warga asing. “Karena masuknya orang asing ada dua sisi, yakni positif dan negatif,” ujarnya. []

You may also like...