May 29, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Baru Satu Tahun Delapan Bulan Ditinggal Istri Ke Hong Kong, Pria di Sukabumi Hoho Hihe Putri Kandungnya Sendiri

2 min read

SUKABUMI – Kebelet, gelap mata, salah sasaran, karena nikmat, diulang dan diteruskan. Begitulah yang dilakukan oleh A (48) pria asal Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi yang dilaporkan warga karena telah tiga kali menyetubuhi anak kandungnya sendiri sejak April 2019 kemarin.

Menukil Pojok Satu, A yang berprofesi sebagai buruh ini tega menyabuli anaknya yang masih berusia 8 tahun. Aksi bejat orangtua korban tersebut dilakukan sejak April 2019 lalu.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kasus bejat seorang ayah tersebut diketahui setelah korban melaporkan kepada kakaknya. Hal itu diperkuat dengan hasil pengecekan.

“Jadi korban ini melaporkan kepada kakaknya, setelah dicek langsung dilaporkan ke kepolisian,” ujarnya di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (13/06/2019)

Menurutnya, motif pelaku melakukan hal tersebut akibat nafsu. Apalagi istrinya sudah lama menjadi pekerja rumah tangga di Hong Kong.

“Motifnya karena nafsu. Anaknya empat, ini putri ketiganya,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, dirinya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan pelaku. Termasuk treatment terhadap korban yang saat ini masih di bawah umur.

“Anaknya dalam pendampingan kami dan pihak terkait untuk melihat kondisi psikisnya,” ungkapnya.

Terhadap pelaku, diterapkan pasal 76d jungto 82 atau 76e jungto 82 ayat 1 undang-undang nomor 17/2016 tentang perlindungan anak. “Barang bukti yang kami amankan satu set pakaian korban,” terangnya.

Pelaku A mengaku gelap ketika melakukannya. Apalagi sudah 1 tahun 8 bulan istrinya menjadi PMI di Hong Kong.

Netizen Sukabumi pun bereaksi keras atas ulah bejat pelaku kepada putri kandungnya itu. Dari berbagai komentar yang ada, banyak netizen yang menyuarakan hukuman khusus kepada pelaku pencabulan seperti ini, yaitu kebiri.

Sangat jahanam. Harus dikebiri,” tulis akun Djeneli Smi di grup RADAR SUKABUMI.

“Kebiri,” kata akun Haryadie Roedi pula. []

Advertisement
Advertisement