May 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Belajar dari Kecelakaan Pesawat Terbang, Kenali “Critical Eleven”, Momen 11 Menit Paling Menentukan dalam Penerbangan

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

ApakabarOnline.com – Belajar dari kecelakaan pesawat terbang yang terkini menimpa Sriwijaya Air, maupun pesawat-pesawat lain sebelumnya, ada sebuah momen penting paling menentukan keselamatan penerbangan yang jarang diketahui banyak orang.

Momen tersebut adalah Critical Eleven atau 11 menit paling kritis dalam penerbangan.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ini dilaporkan baru 4 menit mengudara, sebelum kemudian hilang dari pantauan radar ATC. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian serpihan puing pesawat dan korban di perairan Kepulauan Seribu.

Pesawat Lion Air JT-610 juga jatuh beberapa menit tak lama setelah lepas landas pada tahun 2018 silam. Critical Eleven sendiri merupakan istilah yang menjabarkan detik-detik krusial penerbangan, yaitu 3 menit setelah lepas landas dan 8 menit sebelum mendarat.

Di 11 menit ini, pilot berkomunikasi intensif dengan Air Traffic Controller (ATC). Di 3 menit pertama, pilot harus menstabilkan posisi dan mengontrol kecepatan pesawat.

Sementara, di 8 menit menuju mendarat, pilot harus mengurangi kecepatan dan menyesuaikan pesawat dengan landasan pendaratan.

Saking pentingnya 11 menit ini, tak ada satu orangpun boleh berkomunikasi dengan awak di kokpit, termasuk awak kabin. Segala aktivitas pesawat dihentikan dan penumpang diminta duduk di kursi masing-masing, mengenakan sabuk pengaman dan mematikan ponsel.

Kemudian menutup meja, menegakkan sandaran kursi dan membuka penutup jendela. Alasannya adalah untuk memudahkan evakuasi jika terjadi masalah.

Data dari Flightsafety.org, menunjukkan 80% kecelakaan pesawat terjadi selama masa critical eleven ini. Sementara, Worldwide Commercial Jet menyebut penyebab kecelakaan terbanyak adalah saat mendarat, yaitu ketika pesawat mengurangi kecepatan.

Berikutnya adalah saat pesawat lepas landas karena butuh waktu lama menyesuaikan kecepatan agar pesawat bisa naik dengan baik.

Jika pesawat akhirnya mengalami kondisi darurat, penumpang hanya punya 90 detik untuk menyelamatkan diri keluar pesawat.

Jika tidak segera keluar, penumpang akan menghadapi kekurangan oksigen, risiko tenggelam jika mendarat di perairan, atau terlalu banyak menghirup asap. []

Advertisement
Advertisement