June 25, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Belajar dari Mbah Google, Ari Sukses Ubah Gedebog Pisang Menjadi Camilan yang Datangkan Uang

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

KUDUS – Def Suci Ariyanto (33), terlihat berjibaku dengan gedebog-gedebog pisang di bagian belakang rumahnya, Desa Tumpang Krasak RT 1 RW 7, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Batang itu ia ambil bagian yang berwarna putih untuk kemudian dipotong kecil-kecil. Setelah teriris sesuai ukurang yang diinginkannya, ia lantas memberikannya kepada seorang wanita yang sudah siap dengan adonan tepung. Hari itu, mereka sedang membuat keripik gedebog pisang yang sedang digemari banyak kalangan.

Di sela-sela aktivitasnya, pria yang akrab disapa Ari itu bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintis sejak November 2020 lalu. Dia mengatakan, usaha yang ia miliki tersebut memerlukan waktu percobaan dua hingga tiga bulan sebelum dipasarkan ke konsumennya. Dalam percobaan yang dia lakukan ada dua yaitu, percobaan agar keripik terjaga kerenyahannya dan jenis gedebog yang enak untuk dinikmati.

“Awalnya saya mencoba membuat keripik gedebog luarnya, ternyata rasanya tidak enak. Selanjutnya saya mencoba gedebog pisang dalam yang ada seratnya. Tidak hanya itu, saya juga menguji kerenyahan keripik agar bisa tahan hingga 3 bulan,” bebernya kepada betanews.id, Senin (18/01/2021).

Ari mengungkapkan, dirinya merintis usaha tersebut awalnya dari Google dan lantas terinspirasi untuk membuat usaha serupa. Apalagi, di sekitarnya banyak sekali pisang habis berbuah yang tidak lagi dimanfaatkan. Daripada gedebog pisang itu terbuang dan menyumbat air, dirinya memilih untuk memanfaatkannya.

“Karena ingin memanfaatkan apa yang ada saat itu, saya memproses gedebog pisang tersebut menjadi camilan yang krispi,” katanya.

Ari lantas menjelaskan proses pembuatan keripik di tempatnya. Dia mengatakan, pertama yang dilakukan Ari dan istrinya adalah menyiapkan gedebog pisang terlebih dahulu. Kemudian, setelah gedebog itu terkumpul, kemudian diiris tipis-tipis sesuai dengan kebutuhan.

“Setelah diiris tipis-tipis, selanjutnya proses perendaman yang membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam. Ini untuk menghilangkan getah yang ada di dalam gedebog pisang tersebut dengan memberi garam di dalamnya. Setelah itu, proses pencucian harus dilakukan sebanyak 3 kali sampai getahnya benar-benar hilang,” ungkap pria yang dikarunia 2 anak tersebut.

Kemudian, setelah gedebog pisang tersebut sudah dicuci dan dipastikan getahnya hilang, langkah selanjutnya adalah proses penggorengan. Dalam proses penggorengan, dirinya menambahkan tepung dan bumbu racikannya.

“Proses produksi sebenarnya mudah. Tapi memang butuh waktu untuk mancari gedebog pisang yang enak untuk dibuat keripik,” tukasnya. []

Sumber Beta News

Advertisement
Advertisement