May 17, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Benny : Mindset dan Persepsi Sebagian Masyarakat Terhadap PMI Masih Buruk

2 min read
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama antara BP2MI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate, Bandung, Selasa (29/3/2022). (Foto BP2MI)

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama antara BP2MI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate, Bandung, Selasa (29/3/2022). (Foto BP2MI)

BANDUNG – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menyebut mindset dan persepsi sebagian masyarakat terhadap pekerja migran masih buruk.

“Seolah kerja rendahan dan sering timbulkan masalah bagi negara. Pandangan itu keliru, harus diubah mindset-nya,” katanya di sela-sela kerjasama BP2MI dan Pemprov Jawa Barat soal Kesepahaman Pelayanan Penyelenggaraan Pelindungan pekerja migran Indonesia di Gedung Sate Bandung, Selasa (28/03/2022) kemarin.

Menurut dia, justru kehadiran pekerja migran itu mesti mendapat penghormatan.

Di antaranya melalui kontribusi devisa yang mencapai Rp 159,6 triliun, atau terbesar kedua setelah migas dan di atas sektor pariwisata.

Tak hanya itu, Benny Rhamdani menyatakan kasus-kasus negatif yang melibatkan pekerja migran di luar negeri kebanyakan berasal dari pekerja ilegal.

Mereka tak menempuh prosedur seharusnya.

Karenanya, pihaknya berharap masyarakat yang berniat berkerja ke luar negeri mempertimbangkan secara seksama atas urgensi jalur resmi.

Bagi BP2MI, langkah tersebut juga bagian dari transformasi dalam menghadirkan cara pandang baru terhadap keberadaan pekerja migran.

“Karena prosesnya itu ditempatkan secara benar. Mereka memiliki kompetensi dan keterampilan yang memang dikuasai,” katanya.

Lebih dari itu, pihaknya menegaskan bahwa siap memberikan perlindungan bagi pekerja migran dari kemungkinan mendapatkan persoalan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

“Negara hadir, tak boleh kalah melawan sindikat dan mafia penempatan orang secara ilegal,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa tingkat perlindungan bagi pekerja migran harus terus makin membaik.

Dia pun berharap kolaborasi itu bisa meringankan beban persoalan yang dihadapi pekerja migran.

Bagi masyarakat pun, harus memahami pentingnya jalur resmi sehingga memudahkan perlindungan.

“Saya imbau melalui jalur resmi. Itu resmi juga dilindungi, bisa di-tracking. Dunia luas tapi Negara bisa melindungi,” pungkasnya. []

Advertisement
Advertisement