August 3, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berdayakan Keluarga dan Mantan Pekerja Migran, Desa ini Menjadi Benteng Ketahanan Pangan

2 min read
Areal Persawahan desa (Foto Istimewa)

Areal Persawahan desa (Foto Istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

SUKABUMI – Sektor pertanian di Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi  menjadi andalan karena memiliki luas persawahan yang memadai. Kecamatan Curugkembar terletak dibagian timur Kabupaten Sukabumi, dengan luas 5.513 hektar yang terdiri dari daratan, serta persawahan, 75 persen perbukitan atau gunung-gunung kecil, dan 25 persen dataran yang dialiri Sungai Cibeber dan Sungai  Cibala.

Kecamatan Curugkembar berbatasan dengan Kecamatan Sagaranten di sebelah barat, di bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Cianjur dan bagian sebelah utara dengan Kecamatan Purabaya, sedangkan di sebelah selatan dengan Kecamatan Sagaranten dan Kecamatan Cidadap, berjarak 120 kilometer ke ibu kota kabupaten di Palabuhanratu.

Dengan jumlah penduduk 31.730 jiwa terdiri dari laki-laki dengan jumlah 16.085 jiwa, perempuan sebanyak 15.645 tersebar di Desa Curugkembar, Desa Mekartanjung, Desa Tanjungsari, Desa Sindangraja, Desa Bojongtugu, Desa Cimenteng, serta Desa Nagrakjaya, dengan mayoritas mata pencaharian adalah petani.

“Sektor pertanian merupakan andalan terutama padi, namun selain padi ada juga tanaman palawija lainnya seperti  jagung, kedelai, tanaman hortikultura seperti cabai, buncis, jagung manis, pisang, mentimun, tanaman lainnya jahe, kencur, serta kapol, ”  kata Camat Curugkembar, Iman Sugiman kepada Sukabumiupdate.com, Senin (19/07/2021).

Budidaya perikanan juga ada, lanjut Iman, seperti ikan nila, mas, dan mujair, terdapat di Desa Mekartanjung, dan Desa Tanjungsari, berupa kolam ikan tawar. Untuk sektor wisatanya hanya terdapat di Desa Sindangraja berupa air terjun (curug) Cihideung.

Beberapa kerajinan di bidang kuliner seperti dendeng belut, kerupuk belut, kerupuk dari limbah cangkang singkong, dan makanan ringan lainnya dengan memberdayakan ibu-ibu desmigratif (mantan pekerja migran).

“Untuk beras merah, beras hitam baru akan pengembangan. Adapun rencana pembangunan selama 2 tahun ini tertunda karena adanya Pandemi Covid-19. Anggaran dana desa masih terfokus pada BLT, begitupun anggaran P3K terkena refocusing saat ini semua konsentrasi pada penanganan covid-19,” ucap Iman.

Iman juga menambahkan, “untuk tahun ini kami masih tertolong dengan adanya pembangunan perbaikan jaringan irigasi dari Dinas Pekerjaan Umum, berupa rehabilitasi irigasi Ciwirana aliran Sungai Cibeber, Desa Sindangraja. Tentunya dengan perbaikan irigasi tersebut, sektor pertanian yang menjadi andalan kami, diharapkan produksinya bisa meningkat dan semoga Pandemi Covid-19, segera berakhir dan pembangunan infrastruktur bisa normal kembali,” pungkasnya. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply