June 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berdayakan Perekonomian Keluarga PMI Dengan PIJAR

3 min read

JAKARTA – Provinsi Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi keempat terbesar di Indonesia yang mengirimkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Remitansi atau uang yang dikirim oleh PMI NTB yang ada di luar negeri sendiri mencapai Rp 24 miliar hingga Rp 25 Miliar per tahunnya.

Dengan melihat besarnya kontribusi PMI tersebut, pemberdayaan ekonomi produktif bagi PMI dan keluarganya sangat diperlukan. Agar kedepannya, dapur PMI yang tak lagi kembali ke rantauan masih bisa tetap mengepul. Selain itu, PMI diharapkan dapat termotivasi untuk sukses berdaya di daerah sendiri.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB bekerjasama dengan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dan LSM lainnya mendorong agar PMI NTB dan keluarganya untuk berusaha dan berdaya di daerah sendiri melalui Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Pekerja Migran Indonesian (PIJAR).

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. HJ. Sitti Rohmi Djalilah, saat membuka acara Pelatihan untuk Pelatih PIJAR di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, 18 April 2022.

“Kita Dorong agar berusaha di daerah sendiri,” ujar Ummi Rohmi, sapaan Wagub.

Ummi Rohmi juga menjelaskan, banyak contoh buruh migran yang sukses di luar negeri. Sehingga diharapkan cerita positif yang jarang terekspose tersebut bisa lebih masif lagi disiarkan melalui PIJAR. Agar para PMI dapat termotivasi untuk menjadi PMI yang sukses.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi NTB, I Gede Putu Ariyadi dalam kesempatan yang sama menjelaskan  banyaknya Remittance yang dikirim PMI harus dapat dikelola dengan baik. Hal tersebut yang disebut Kadis memerlukan edukasi kepada PMI dan keluarganya.

“Remitansi yang dikirim PMI NTB tiap bulan rata-rata Rp24-25 miliar. Ini yang harus dikelola dengan memberikan edukasi kepada PMI dan keluarganya,” sebut Gede.

Gede menambahkan, banyak PMI yang sukses membangun usahanya sendiri. Para PMI sukses ini yang akan menularkan ilmunya kepada PMI dan keluarganya yang lain melalui PIJAR.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengakumulasi catatan remitansi yang direkap oleh Bank Indonesia, dan Kantor POS, dalam situasi normal, remitansi yang masuk ke NTB rata rata melampaui Rp1 triliun setahun. Bahkan, pernah mencapai Rp1,7 triliun. Dalam tiga tahun terakhir, remitansi yang masuk ke NTB, tahun 2019 sebesar Rp1.218.374.307.410,99. Tahun 2020 mencapai Rp 1.213.259.522.109,62 dan tahun 2021 Rp1.022.304.016.013,75.

Sebelumnya, Asosiasi Pengelola Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (AP2TKI) DPD Provinsi NTB bersama DPD APJATI NTB melakukan penandatangan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Barat, di Balai Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri Lombok Mandiri (BLKLN), Selasa, 14 Maret 2022.

MoU yang dilakukan ini dalam bidang pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Provinsi NTB khususnya dalam bidang sertifikasi kompetensi CPMI wilayah NTB. Hadir langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB I Gede Putu Aryadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lombok Barat H. Sabidin.

Sekretaris Apjati, Lalu Suprial Wahid menjelaskan, dengan sudah adanya kerjasama ini. Ada program sertifikasi gratis, sertifikasi gratis ini untuk 3.000 orang CPMI asal NTB yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja Provinsi NTB di mana pelaksanaan sertifikasi akan dilakukan Lembaga Sertifikasi Pertanian Nusantara.

Adapun pelatihan akan dilakukan di beberapa lokasi pelatihan, seperti di Kabupaten Lombok Barat UPT BLK Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat, dan di BLK Provinsi NTB yang ada di Mataram.

Tujuan pelatihan, ini lanjut Suprial, untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten yang ahli dalam bidang-bidangnya yang sesuai dengan amanah undang undang nomor 18 tahun 2017 dimana semua CPMI harus memiliki sertifikat kompetensi sebelum berangkat ke negara tujuan. “Sesuai amanah undang-undang, CPMI yang dikirim harus memiliki sertifikat kompetensi, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Apjati NTB H.Muhammadon menyampaikan terimakasih kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten yang sudah memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kompetensi para CPMI dengan memberikan sertifikasi gratis kepada para CPMI.

“Terimakasih kepada Pemprov sudah berikan dukungan penuh, memberikan pelatihan agar CPMI asal NTB CPMI memiliki skill yang handal dan berkualitas, ” ujarnya. []

Pemprov NTB

Advertisement
Advertisement