Berdayakan PMI Purna, Pemerintah Rangkul BBSPJIKB
2 min read
JAKARTA – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama BP3MI Jawa Timur melaksanakan audiensi dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta yang berlangsung di ruang rapat BBSPJIKB Yogyakarta, Selasa (31/03/2026).
Kepala BP3MI DIY, Muhammad Ilyas Prakananda, memaparkan berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya. Program tersebut meliputi edukasi kewirausahaan, bantuan modal usaha, serta literasi keuangan.
“Harapan kami, ke depan akan terjalin kolaborasi terkait pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarga dalam bentuk pelatihan edukasi kewirausahaan, khususnya di bidang batik dan kerajinan, sehingga materi pelatihan yang diberikan memiliki kurikulum yang sesuai dengan standar mutu,” ungkapnya.
Audiensi tersebut diterima dengan baik oleh Kepala BBSPJIKB Yogyakarta, Zya Labiba, beserta jajaran. Dalam paparannya, Zya menyampaikan bahwa terdapat 11 Balai Besar di bawah Kementerian Perindustrian, salah satunya BBSPJIKB yang memiliki fokus pada pelayanan jasa industri kerajinan dan batik.
“Dengan jangkauan nasional yang dimiliki, selama satu dekade terakhir, BBSPJIKB Yogyakarta telah melatih sebanyak 11.939 SDM industri untuk mendorong peningkatan kompetensi di seluruh Nusantara,” ujar Zya Labiba.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pelayanan Jasa Industri BBSPJIKB Yogyakarta, Aan Edy Antana, menjelaskan bahwa BBSPJIKB memiliki sejumlah kompetensi inti, di antaranya standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, pendampingan dan konsultasi, pengujian, kalibrasi, inspeksi teknis, penyelenggaraan uji profisiensi, serta sertifikasi sistem manajemen, produk, teknologi, dan industri hijau.
Aan juga menambahkan bahwa BBSPJIKB Yogyakarta telah menerbitkan Batikmark, yaitu label resmi yang menunjukkan identitas dan keaslian batik Indonesia. Selain itu, Batikmark juga menjadi jaminan kualitas produk karena telah melalui proses pengujian sesuai standar mutu yang berlaku.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi antara BP3MI dan BBSPJIKB Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi Purna Pekerja Migran Indonesia dan keluarga melalui sektor industri kerajinan dan batik. []
