November 24, 2020

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berenang Ditengah Pandemi, Amankah ?

2 min read
Ilustrasi Foto HK01

Ilustrasi Foto HK01

Prime Banner

ApakabarOnline.com – Baik di kolam, di pantai, di telaga maupun tempat kainnya, berenang merupakan olahraga yang memiliki banyak manfaat dan relatif tidak menimbulkan cedera. Namun, amankah berenang di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dan apakah aktivitas renang dapat memicu penyebaran Covid-19?

Ahli Epidemiologi Griffith University, Australia, Dicky Budiman mengatakan, sejauh ini belum ada laporan pasien Covid-19 yang terinfeksi di kolam renang, atau tertular dari aktivitas berenang.

“Virus Corona tidak ditularkan melalui air atau waterborne diseases. Sehingga, potensi tertular Covid-19 termasuk minim. Virus tidak bisa bertahan lama di kolam renang, karena kolam renang mengandung klorin,” ujar Dicky, dilansir dari RMco.id, Minggu (18/10/2020).

Klorin adalah unsur kimia berlambang CI, yang sering digunakan untuk menjernihkan air. Klorin juga disebut sebagai salah satu zat yang sering digunakan untuk disinfektan.

Dicky mengingatkan, meski virus Corona tak tergolong waterborne, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan di areal kolam renang. Memakai masker, menjaga jarak hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir wajib dilakukan.

“Yang penting diperhatikan, bukan berenangnya. Tapi suasana di kolam renang. Bagaimana tingkat kepadatan orang di kolam renang, seberapa jauh jarak kita dengan orang lain ketika berbicara di kolam renang. Itu yang dapat menimbulkan droplet dan aerosol, yang bisa saja mengandung virus Covid-19. Itu yang harus jadi perhatian,” ungkapnya.

Terkait hal itu, Dicky menyarankan agar pengelola kolam renang memastikan kapasitas orang yang diperkenankan masuk. Maksimal, dalam satu waktu, 1 orang per 4 meter persegi.

“Kalau misalnya, kolam renang itu seluas 100 meter persegi, ya dibagi 4 meter persegi. Berarti, cuma ada 25 orang yang bisa berenang dalam satu waktu,” katanya.

Dicky menilai perlunya register online kepada setiap pengunjung kolam renang. Supaya, setiap ada yang tertular, bisa mudah terdeteksi dan menelusuri kontaknya.

Pastikan juga, orang yang ikut berenang bukan orang yang berisiko tinggi. Bukan lansia, atau sedang sakit.

Untuk meminimalkan risiko, Dicky menyarankan, agar pengunjung kolam renang pada diklasifikasikan sesuai kelompok usia, pada hari yang dikhususkan.

“Jadi, ada jadwal khusus untuk lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Itu akan lebih menjamin,” jelasnya. []

Advertisement