August 12, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Beri “Perhatian” Spesial ke Seorang Istri PMI, Seorang Kades Nyaris Dihakimi Warganya

2 min read

MATARAM – Memperhatikan warga desa yang dipimpinnya sudah tentu menjadi bagian dari yang harus dilakukan oleh seorang Kepala Desa. Namun bagaimana halnya jika perhatian tersebut berbentuk perhatian spesial hingga membuat warga yang diperhatikan berbadan dua ?

Hal tersebut terjadi di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah NTB. LIS Kepala desa di desa tersebut harus diamankan pihak berwajib lantaran memberi perhatian spesial kepada salah satu warganya yang diketahui tengah ditinggal sang suami menjadi PMI ke Arab Saudi.

Perhatian yang diberikan LIS membuat perempuan tersebut berbadan dua.

Saat hal ini terbongkar, warga desapun geram kemudian beramai ramai mendatangi rumah LIS. Beberapa warga membawa senjata tajam, dan berniat langsung menghakimi LIS.

Mengutip Berita Bali, pergerakan warga diketahui oleh aparat dan berhasil di gagalkan.

Ihwal dari terbongkarnya kasus ini saat Suami wanita yang dihamili Kades LIS, sekitar sebulan lalu pulang dari tanah rantau dan menemukan istrinya dalam keadaan perut buncit.

Suaminya yang curiga lantas menanyakan perihal yang menimpa istrinya hingga perutnya berisikan bayi. Si istri pun tak bisa mengelak bahwa ia telah menjalin asmara terlarang dengan seorang lelaki selama suaminya pergi. Lelaki kawan zinanya tak lain adalah Kepala Desa Darek.

“Kedatangan kita hanya untuk mengamankan. Sekarang untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, Pak Kades sudah diamankan di Polsek. Suasana juga saat ini sudah kondusif,” ungkap Kapolsek Praya Barat, IPTU Samsul Bahri (07/07/2022).

Untuk meredam situasi, pihak kepolisian juga sudah menyarankan agar si suami yang istrinya dihamili membuat laporan kepolisian. Karena pihaknya belum menerima laporan keberatan dan lainnya dari pihak-pihak yang dirugikan. Dengan demikian, pihak kepolisian bisa mengambil langkah hukum maupun tindakan proses lainnya.

Yang tak diinginkan polisi, jangan sampai kasus ini menjadi api dalam sekam. Mengingat, antara suami dan terduga pelaku masih satu keluarga.

“Mereka antara terduga pelaku dan suami perempuan ini masih berstatus saudara misan,” sebut Samsul.

Untuk membuktikan tuntutan warga, tentu harus dilakukan uji DNA dulu. Apakah bayi yang dilahirkan perempuan ini adalah anak dari terduga atau tidak. Karenanya, untuk sementara waktu terduga pelaku diamankan untuk menghindari hal-hal yang diinginkan.

“Kita juga akan berkoordinasi dengan unit PPA Polres Lombok Tengah,” tandasnya.

Advertisement
Advertisement