October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Berkenalan dengan Richard Li, Orang Terkaya di Hong Kong yang ada Dibalik Tokopedia

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Nama Richard Li tiba-tiba muncul ke permukaan dalam 1-2 hari terakhir ini. Bukan tanpa sebab, karena Li disebut-sebut turut berada di balik mencuatnya rencana Initial Public Offering (IPO) Tokopedia.

Bloomberg melaporkan, Rabu (17/12/2020), Bridgetown Holdings Ltd. tengah mempertimbangkan untuk merger dengan Tokopedia, salah satu e-commerce berskala unikorn Indonesia. Bridgetown adalah entitas yang biasa disebut sebagai blank-check company alias perusahaan cek kosong, yang didirikan dengan tujuan mengakuisisi perusahaan lain.

Istilah kerennya adalah Special Purpose Acquisition Company (SPAC). Perusahaan dengan modal US$595 juta ini bahkan sudah tercatat di bursa Nasdaq, AS sejak 16 Oktober 2020.

Sebenarnya, siapakah Richard Li ?

Dikutip dari Forbes, Jumat (18/12/2020), Richard Li merupakan orang terkaya ke-20 di Hong Kong. Kekayaan bersihnya mencapai US$ 4,5 miliar atau setara Rp 63,45 triliun (kurs Rp 14.100/US$).

Pria berusia 54 tahun itu merupakan anak bungsu dari orang terkaya kedua di Hong Kong, Li Ka-Shing. Saat ini Richard Li menjadi pemimpin di Pacific Century Group yang merupakan perusahaan investasi, juga memiliki minat dalam bisnis mencakup layanan keuangan, teknologi dan properti.

Pacific Century Group juga memiliki sebagian besar perusahaan asuransi jiwa FWD yang beroperasi di tujuh negara di Asia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, FWD masuk pada November 2012 melalui kerja sama dengan mitra strategis PT Finansial Wiramitra Danadyaksa. Di Indonesia, kegiatan operasional FWD diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

FWD Group semula merupakan bagian dari portofolio bisnis sang ayah, namun pada 2014 bisnis asuransi tersebut dihibahkan ke Richard Li.

Sumber kekayaan Richard Li juga berasal dari kerajaan telekomunikasi yakni PCCW, sebuah perusahaan berbasis di Hong Kong yang mengendalikan operator telepon seluler terbesar di negara tersebut.

Pada Juli 2019, FWD mengakuisisi bisnis asuransi jiwa Siam Commercial Bank senilai US$ 3 miliar atau setara Rp 42,3 triliun. Dilansir dari Bloomberg, apabila Tokopedia dan Bridgetown bergabung, kemungkinan perusahaannya akan memiliki valuasi pasar sebesar US$ 8-10 miliar yang setara Rp 112-141 triliun. []

Advertisement
Advertisement