September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bermain di Sungai, Anak PMI Hong Kong Asal Brebes Tenggelam dan Meninggal Dunia

2 min read
Evakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Pemali Brebes 14 September 2021 (Foto Istimewa)

Evakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Pemali Brebes 14 September 2021 (Foto Istimewa)

Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

BREBES – Bermain di sungai, tentu menjadi aktifitas membahagiakan bagi anak-anak. Terlebih jika aktifitas tersebut dilakukan bersama teman sebaya dengan melakukan beberapa permainan khas mereka.

Namun siapa sangka, bermain di sungai bisa berujung petaka, bahkan kehilangan nyawa.

Seperti yang dialami oleh Sigit Nur Ismail Bin Bambang (11), bocah yang tenggelam di pada Senin 13 September 2021 di Sungai Pemali Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, wilayah Desa Lengkong, Kecamatan Wanasari, berhasil ditemukan Tim SAR, 600 meter dari lokasi tenggelam, Selasa, 14 September 2021.

Danramil 03 Wanasari, Kapten Infanteri Solekhudin menjelaskan, korban yang merupakan warga Desa Glonggong RT. 03 RW. 04, setelah dilakukan pencarian sejak hari Senin siang oleh Tim SAR gabungan, akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 09.05 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

Awal mula kejadian adalah korban bersama kedua kawannya M. Ilman Maulana (11) dan M. Ismail Al Falah (8), mandi di Kali Pemali sekitar pukul 10.30 WIB Senin, 13 September 2021, di tempat yang dangkal dan tidak berarus.

Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB, datang arus sungai dari arah selatan sehingga ketiganya tenggelam.

“Untuk Ilman dan Ismail berhasil yang sempat terseret arus 10 meter ke tempat yang lebih dalam berhasil diselamatkan oleh Pak Kuntoro (42) tukang jukung yang merupakan warga setempat (Glonggong), namun Sigit (korban) tidak,” terangnya.

Lanjutnya, setelah jasad berhasil ditemukan, Tim SAR kemudian menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Tim SAR juga menghimbau kepada warga agar lebih mengawasi putra-putri mereka dan melarang untuk berenang di Kali Pemali, terlebih saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan sehingga banjir bandang bisa sewaktu-waktu terjadi,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan penuturan beberapa sumber, almarhum telah lama berpisah dengan ibunya lantaran ibunya bekerja di Hong Kong. []

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply