May 18, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Beroperasi di Jawa Timur, Berikut Cara Membedakan Penyalur PMI Bodong atau Prosedural

2 min read

JOMBANG – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jombang Jawa Timur mengimbau masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri jeli dalam memilih perusahaan penyalur Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau yang dahulu populer disebut dengan TKI.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai penyalur ilegal dengan cara mengenali ciri-ciri dan modus yang biasa mereka gunakan untuk mencari Calon PMI yang bakal mereka jaring dan berangkat melalui perusahaan tak resmi itu.

Dilansir Dari Faktual, Kepala Dinas Tenaga Kerja Jombang, Purwanto menjelaskan, dengan penyalur resmi yang telah terdaftar di Kemenaker, para calon PMI ini juga akan mendapatkan sejumlah kemudahan. Diantaranya gaji, tempat kerja yang sesuai dan asuransi.

Namun, jika mereka salah memilih penyalur bodong, maka kemudahan itu tidak akan didapatkan. Bahkan, nama mereka sebagai PMI tidak akan ada dalam daftar resmi pekerja Indonesia yang ada di luar negeri.

“Seperti Jan Rasmono warga Tawangsari, yang meninggal di Taiwan itu dia kan berangkat dengan penyalur resmi sehingga begitu mendapat musibah yang bersangkutan mendapatkan gaji dan asuransi, selain itu akan mendapatkan fasilitas dari pemerintah, beda dengan yang tidak resmi, tidak akan terdaftar,” ujarnya, Jumat (24/05/2019).

Purwanto menuturkan, jumlah penyalur PMI bodong ini cukup banyak di Indonesia khususnya di Jawa Timur. Namun, keberadaan mereka tidak terdaftar secara resmi di Pemerintah. Penyalur bodong ini sengaja menjaring calon PMI yang ingin bekerja ke luar negeri. Kata dia, kesempatan inilah yang dipergunakan untuk mencari keuntungan lebih dari calon PMI, namun mereka tak bertanggung jawab sepenuhnya kepada Calon PMI yang mereka salurkan.

Bahkan tak jarang, keberadaan mereka hanya sebagai modus saja untuk menipu calon pekerja. Dan kenyataannya, setelah berhasil dijaring, para korbannya tidak mendapatkan pekerjaan sesuai yang dijanjikan Namun, justru mereka diterlantarkan.

Purwanto pun menjelaskan beberapa cara mengenali perusahahaan penyalur bodong yang membahayakan dan mempersulit para calon TKI.

  1. Hubungi kantor Disnaker. Di Kantor tersebut masyarakat akan mendapatkan penjelasan secara detail tentang tatacara dan syarat menjadi seorang PMI atau TKI.
  2. Jangan mudah terpengaruh penyalur bodong atau tidak resmi. Penyalur bodong biasanya kerap mendatangi rumah-rumah warga untuk menarik perhatian dan memberikan iming-iming menggiurkan agar masyarakat mau menjadi TKI melalui perusahaan mereka. “Biasanya datang door to door selepas maghrib, ngajak agar mau menjadi TKI,” kata Purwanto atau akrab disapa Gempur.
  3. Nama-nama penyalur resmi PMI ke luar negeri sudah terdaftar di Kemenaker dan ada di Kantor Dinas Naker masing-masing. Sehingga masyarakat diminta melakukan kroscek terlebih dahulu. []
Advertisement
Advertisement