July 22, 2024

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bersiap Sambut Ramadan, Apa Saja yang Sebaiknya Dilakukan ?

3 min read

JAKARTA – Sebentar lagi bulan Ramadan akan tiba. Sudahkah kita sebagai Muslim mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan mulai ini? Bulan yang penuh keberkahan dan sarat keistimewaan ini, seharusnya disambut dengan berbagai persiapan.

Dikutip dari NU Online, ada beberapa hal yang dapat dilakukan umat Islam sebelum Ramadan tiba.

 

  1. Mengucapkan selamat atau tahni’ah atas datangnya bulan Ramadan. Tahni’ah sebagai tanda atas kegembiraan menyambut bulan Ramadan lantaran rahmat Allah akan dibuka lebar untuk umat Islam.

Rasa gembira ini perlu ditularkan kepada sesama Muslim dengan cara mengingatkan bahwa di bulan Ramadan terdapat banyak momentum berharga yang tak boleh disita-siakan begitu saja.

Di antaranya, Allah SWT membuka pintu-pintu ampunan bagi hamba-hamba-Nya, bahkan pahala amal akan dilipatgandakan.

Rasulullah ber-tahni’ah menyambut bulan Ramadan dengan sabdanya:

“Telah datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun.” (Hadits Shahih, Riwayat al-Nasa`i: 2079 dan Ahmad: 8631. dengan redaksi hadits dari al-Nasa’i).

 

  1. Perbanyak puasa sunah. Umat Islam mempersiapkan menyambut bulan Ramadan dengan memperbanyak puasa sunah di bulan Sya’ban. Salah satu riwayat yang masyhur diceritakan Sayyidah Aisyah radliyallahu ‘anha, bahwa Nabi Muhammad SAW mengisi bulan Sya’ban dengan memperbanyak berpuasa:

 

“Tidaklah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadan dan aku tidak melihat beliau berpuasa sebanyak pada bulan Sya’ban” (H.R. al-Bukhari dan Muslim).

 

  1. Memperbanyak tausiyah atau ceramah. Bisa dilakukan dengan memanfaatkan majelis-majelis taklim, forum musyawarah, dan forum-forum yang lainnya. Tentu saja, di lingkungan keluarga tidak boleh terlewatkan.

 

Tausiyah singkat dalam rangka menyambut bulan Ramadan ini pernah dilakukan Nabi di depan para sahabatnya.

 

  1. Perbanyak doa dan zikir. Mengutip Detik.com, memperbanyak doa dan zikir dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah Ramadan.

 

  1. Perkuat iman dengan mempelajari ilmu agama, mendengarkan ceramah, dan memperbanyak tadarus Al-Qur’an. Memperkuat iman membantu menjaga fokus dan niat dalam beribadah selama Ramadan.

 

  1. Membayar utang puasa. Bagi yang memiliki utang puasa di tahun sebelumnya, wajib untuk menyelesaikannya sebelum memasuki bulan Ramadan.

 

  1. Menjauhi perbuatan maksiat dan menjaga diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Menjaga diri dari perbuatan maksiat membantu menciptakan suasana hati yang bersih dan fokus dalam beribadah.

 

  1. Memperdalam ilmu agama. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti kajian, seminar, atau membaca buku-buku apa pun yang berkaitan dengan ajaran agama Islam.

 

Memahami ilmu agama membantu kita untuk memahami makna dan tujuan di balik setiap ibadah yang dilakukan selama Ramadan. Dengan demikian, ibadah yang kita lakukan akan lebih berkualitas dan pahalanya pun akan maksimal.

 

  1. Persiapan fisik untuk puasa. Menjaga kesehatan dan stamina tubuh dengan berolahraga teratur dan konsumsi makanan bergizi. Persiapan bulan Ramadan dengan melatih fisik yang baik membantu tubuh lebih siap dalam menjalankan ibadah puasa.

 

  1. Persiapan jiwa dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan selama berpuasa. Persiapan mental membantu menjaga keteguhan dan kesabaran dalam menghadapi rasa lapar dan dahaga serta menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa.

 

  1. Memperbanyak membaca Al-Qur’an untuk memahami makna dan kandungannya, serta meningkatkan keimanan. Membaca Al-Qur’an membantu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah.

 

  1. Sucikan niat untuk berpuasa semata-mata karena Allah SWT. Niat yang lurus dan ikhlas menjadi kunci utama dalam meraih pahala dan keberkahan dari ibadah Ramadan. Wallahu a’lam. []
Advertisement
Advertisement