September 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bisa Dipicu Seks Bebas, Begini Tanda-Tanda pada Vagina Seseorang yang Terkena Kanker Serviks

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Kanker serviks merupakan salah satu hantu yang seringkali menghembuskan maut bagi kaum hawa. Pasalnya, data otoritas kesehatan dunia menunjukkan, sepanjang 2020, 100.000 perempuan kehilangan nyawa karena kanker serviks.

Meskipun vaksin dan metode pengobatan baru telah ditemukan dan dikembangkan, namun laju pemerataan jangkauan vaksin dan pengobatan mutakhirnya masihlah terbatas.

Dokter Zhang Kuanyao, pakar kesehatan spesialis Ontologi Klinis Hong Kong mengungkapkan, kanker serviks tumbuh dan berkembang dari infeksi human papillomavirus (HPV).

Menurutnya, pengalaman seksual atau berhubungan seks diusia dini menjadi salah satu pemicu munculnya kanker serviks. Pemicu lainnya memang ada, namun hubungan seks usia dini mendominasi.

Pasalnya, infeksi human papillomavirus (HPV) lebih sering dipicu oleh perilaku seksual penderitanya.

Dengan demikian, salah satu cara pencegahannya adalah dengan tidak melakukan seks bebas atau berganti-ganti pasangan.  Pasalnya, perempuan yang memiliki riwayat pernah berhubungan seks dengan beberapa pria, lebih rentan terkena kanker serviks.

Kanker serviks di fase awal pertumbuhannya tidak ditandai dengan gejala apapun secara medis.

Hanya metode pap smearlah, kanker serviks bisa diketahui sejak dini.

Zang menambahkan, perbedaan fase kanker serviks, akan mempengaruhi perbedaan treathment dan metode pengobatannya.

Di fase awal atau stadium satu, kanker serviks bisa diobati dengan melakukan pembedahan atau elektroterapi.

Sedangkan pada staddium dua, elektroterapi akan menjadi metode utama dalam melakukan pengobatan termasuk treathment radiasi ekstrakorporeal.

Sedangkan di stadium ketiga, kemoterapi dan terapi radiasi digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan kanker secara lokal.

Beratnya resiko kanker serviks setidaknya sudah bisa diringankan dengan memberikan obat yang lazim disebut bevacizumab, dimana bersamaan dengan dilakukannya metode kemoterapi dan terapi radiasi, obat tersebut akan membantu mengendalikan kanker dan secara medis membuat penderitanya akan bertahan hidup antara 4 hingga 5 bulan kemudian. []

Simak Videonya KLIK DISINI

Sumber On.cc

Advertisement
Advertisement