March 12, 2026

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bonus Demografi, Indonesia  Berpeluang Bisa Menguasai Pasar Pekerja Migran di Luar Negeri

2 min read

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan generasi muda Indonesia memiliki peluang besar bekerja di luar negeri karena sejumlah negara di Asia dan Eropa mengalami penuaan penduduk, sementara Indonesia tengah memasuki masa bonus demografi.

Hal itu disampaikan oleh Mukhtarudin saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan 344 calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) oleh Binawan Group di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Peluang tersebut dapat dimanfaatkan dengan menyiapkan sumber daya manusia yang benar-benar produktif dan memiliki keterampilan. Tanpa persiapan, bonus demografi justru dapat berubah menjadi bencana karena meningkatnya pengangguran usia produktif.

“Oleh karena itu, peluang emas ini harus kita maksimalkan dengan mencetak sumber daya manusia agar usia produktif dapat menjadi manusia yang produktif juga…Negara wajib hadir untuk mempersiapkan generasi-generasi muda ini,” ujarnya.

Selain itu, Mukhtarudin mengatakan bahwa remitansi pekerja migran menjadi kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional.

Berdasarkan data statistik ekonomi dan keuangan Bank Indonesia tahun 2024-2025, kata Menteri P2MI itu, pada 2024, remitansi mencapai sekitar Rp253 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp288 triliun pada 2025, memperkuat ekonomi keluarga serta daya beli masyarakat di daerah.

Menurutnya, selain membantu ekonomi rumah tangga, remitansi juga menambah cadangan devisa negara. Dana tersebut berperan dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional, termasuk dalam transaksi perdagangan internasional dan penguatan cadangan mata uang asing.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Binawan Group Said Saleh Alwaini mengatakan kali ini Binawan Group menempatkan calon PMI di sejumlah negara dengan berbagai sektor pekerjaan.

Di antaranya, kata Said, perawat dan bidan ditempatkan di Arab Saudi sebanyak 66 orang, 47 orang perawat di Jerman dan Austria, 46 orang perawat di Belanda, 30 perawat akan bekerja di Brunei, 19 perawat di Australia, serta 10 perawat dan bidan di Oman.

Sementara di sektor lain, lanjutnya, Binawan akan memberangkatkan 40 pramugari ke Arab Saudi, 31 pekerja sektor welder ke Slovakia, serta 65 tenaga profesional arsitek dan insinyur sipil akan bekerja di Jepang.

Dia menekankan bahwa proses untuk mencapai tahap pemberangkatan tidak mudah karena peserta harus melalui seleksi, pelatihan bahasa, persiapan dokumen, hingga pemeriksaan kesehatan.

Said pun mengapresiasi kerja keras pada calon PMI yang telah melewati berbagai tahapan tersebut hingga siap bekerja di luar negeri.

Dia juga berpesan kepada para calon PMI tersebut agar memanfaatkan kesempatan bekerja di luar negeri dengan sebaik-baiknya, menjaga diri serta tetap mengingat tujuan awal mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, dan Indonesia.

Said juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian P2MI serta BP3MI atas dukungan dan sinergi yang mempermudah proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

Dia berharap agar regulasi penempatan pekerja migran ke depannya dapat lebih membedakan antara tenaga kerja profesional dan sektor lain, sehingga penempatan bagi tenaga terampil dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

“Karena untuk aturannya itu disamaratakan, walaupun risikonya jauh berbeda di pekerjaan itu, yang menjadi korban adalah yang tenaga skill dan profesional, yang harus melalui rintangan regulasi begitu banyak, padahal kita tahu risiko penempatannya sangat rendah di negara tujuan,” ujar Said. []

ANTARA              

Advertisement
Advertisement

Leave a Reply