November 30, 2022

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Bukan Asal-Asalan, Begini Adab Membaca Al-Quran

2 min read

JAKARTA – Al-Qur’an adalah kitab umat Islam berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al-Qur’an adalah pedoman dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, terdiri dari beberapa surat dan pada setiap surat terdiri dari beberapa ayat.

Mengutip Mui.or.id, guru besar ilmu tafsir di Universitas Umm Al-Qura Arab Saudi, Prof Muhammad Ali ash-Shabuni, didefinisikan Al-Qur’an sebagai firman dari Allah SWT yang tidak ada tandingannya, diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW yang merupakan penutup para nabi dan rasul melalui perantaraan malaikat Jibril.

Membaca dan memahami Al-Qur’an bernilai ibadah. Al-Qur’an memiliki kebenaran secara mutlak, kebenarannya tidak perlu diragukan lagi oleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Kitab Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.

Oleh karena itu, Al-Qur’an adalah sebaik-baik ilmu dan lebih utama dibanding ilmu yang lain. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Sebaik-baik orang di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari).

Dikutip dari Republika.co.id, berikut ini adab ketika membaca Al-Qur’an:

  1. Niatkan hanya karena Allah SWT. Membersihkan diri dari keinginan, hawa nafsu dan motivasi duniawi
  2. Menutup aurat
  3. Menghadap kiblat, yakni menghadapkan wajah dan tubuh ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan
  4. Tidak menyentuh mushaf Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci. Baik suci dari hadas besar maupun hadas kecil
  5. Dalam keadaan bersih dan suci dari najis. Baik itu badan, pakaian, maupun tempat membaca Al-Qur’an harus terbebas dari najis
  6. Membersihkan mulut dengan menggosok gigi atau bersiwak
  7. Dengan duduk. Bila membaca Al-Qur’an dengan berdiri atau berbaring tetap mendapatkan pahala, namun hanya yang lebih utama adalah dengan duduk
  8. Saat mulai membaca, memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk dengan membaca taawudz
  9. Membaca basmalah pada awal setiap surat kecuali Surat At Taubah
  10. Tenang, tumaninah dan khusyuk
  11. Menghayati dan merenungi makna Al-Qur’an (larangan, perintah, ibrah, janji, ancaman, dan lain-lain)
  12. Merasakan diri seolah menghadap kepada Allah SWT
  13. Menghadirkan dalam hati akan keagungan dan kemuliaan Al-Qur’an.
  14. Menghindari tertawa, gaduh, berbicara, makan, mengunyah permen, dan sebagainya di sela-sela tilawah
  15. Tidak menoleh ke kanan ke kiri atau melihat sesuatu yang bisa memalingkan hati dari mentadaburi kandungan Al-Qur’an
  16. Tidak bermain-main dengan tangan, menggoyang kepala atau berdendang saat tilawah
  17. Berusaha membaca dengan suara yang baik sesuai dengan kemampuan
  18. Memperhatikan tajwid dan makharijul huruf (tempat keluarnya huruf)
  19. Memperhatikan waqf (tanda berhenti), washal (tanda sambung), dan ibtida (permulaan)
  20. Melakukan sujud tilawah bila melewati ayat sajadah. Baik ketika di dalam salat maupun di luar salat. Kecuali seorang makmum maka ia wajib mengikuti imamnya, karena itu, dia tidak boleh melakukan sujud tilawah sendiri sekiranya imam tidak melakukannya
  21. Menahan bacaan (atau jangan sambil membaca) ketika keluar angin, menguap, bersin, batuk, berdehem, sendawa, dan sebagainya.
  22. Ketika melewati ayat rahmat, berhenti sejenak dan berdoa memohon kepada Allah dan ketika melewati ayat azab maka berhenti sejenak dan berlindung kepada Allah SWT
  23. Berhenti membaca ayat pada tempatnya guna menjawab salam, menjawab adzan, menjawab orang yang bertanya, mendoakan orang yang bersin, dan sebagainya. []
Advertisement
Advertisement