October 26, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Buntut Kerumunan di Tamar Park, Legislator Hong Kong Wacanakan Pelarangan Berkumpul Saat Libur PRT Asing

2 min read
Test COVID-19 untuk Penata Laksana Rumah Tangga Asing

HONG KONG – Persoalan hotel karantina belum teratasi, kalangan pekerja rumah tangga di Hong Kong kembali disoroti perilaku liburannya.

Sejak pandemi corona mendera Negeri Behaunia memang suasana berlibur PRT asing kerap menjadi sorotan lantaran tradisi mereka berkerumun. Sejak berbulan-bulan lamanya, berbagai sosialisasi dilakukan ke tengah-tengah PRT asing yang berkerumun agar tetap mengenakan masker, menjaga jarak serta mematuhi protokol kesehatan.

Namun hingga kini, berbagai bentuk pelanggaran fatal terkait dengan kerumunan masih terus ditemukan disetiap akhir pekan.

Menyikapi hal tersebut, legislator Hong Kong, Ge, Pei Fan, mendesak kepada pemerintah Hong Kong untuk mengendalikan kerumunan PRT asing agar tidak mengkhawatirkan potensi penularan ditengah masih tingginya serangan wabah corona.

“Loss Doll .. !!”, Begini Suasana Liburan PRT Asing di Tamar Park

Mengutip Oriental Group, Ge menandaskan, kerumunan PRT asing potensial menjadi sarana atau klaster yang menularkan virus dengan tanpa gejala baik disadari maupun tidak disadari.

Ge mengaku telah menghubungi pemerintah Hong Kong melalui Biro Kesehatan dan Makanan, agar mengeluarkan aturan pelarangan liburan bagi seluruh PRT asing lantaran menurutnya toleransi yang selama sekian bulan telah diberikan, masih saja dilanggar.

Ge menuturkan, setiap akhir pekan, pemandangan kerumunan PRT asing dengan membawa koper, membuka kardus, memasang tenda, berkumpul dan berpesta dansa seperti yang terjadi di Tamar Park kemarin (25/12/2020) merupakan bentuk ketidak berdayaan aparat.

Ge berharap, pemerintah bersedia bekerja sama dengan Konsulat Filipina dan Konsulat Indonesia di Hong Kong untuk meningkatkan dan memperkuat publikasi penegakan aturan pengetatan sosial yang selama ini telah diberlakukan.

Harapan Ge, dengan terbangunnya kerjasama dengan Konsulat kedua negara asal PRT asing tersebut akan memudahkan menyampaikan pesan. []

Advertisement
Advertisement