Calon PMI Asal Segulung Dagangan Madiun Meninggal Dunia di Dalam Sumur Penampungan PJTKI

Prime Banner

PONOROGO – Tri Umar Setyani (24), seorang calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun ditemukan meninggal dunia di dasar sumur sebuah tempat penampungan calon PMI milik PT PT Erica Putra, Ponorogo yang beralamat di  Dukuh Krajan, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo pada Minggu (03/11/2019) siang.

Temuan tersebut menjadi jawaban, menyusul hilangnya Tri dari tempatnya berproses menjadi pekerja migran sejak Jumat (31/10/2019) kemarin.

Kapolsek Jenangan, AKP Darmana menuturkan, jasad korban baru ditemukan setelah teman korban mencium bau busuk dari dalam sumur. Saat diperiksa ternyata di dalam sumur ada mayat mirip korban.

Teman korban, Sri Rejeki menuturkan, korban mendaftar menjadi PMI tujuan Taiwan. Setelah itu, korban mengikuti pelatihan di balai latihan kerja PT Erica Putra, Ponorogo sejak sepekan lalu. Namun, pada Jumat (31/10/2019) korban tiba tiba hilang dari penampungan. Calon PMI lain pun berupaya mencari korban, namun tidak kunjung ditemukan.

Proses evakuasi sempat memakan waktu lama. Pasalnya, polisi dan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo tidak memiliki alat yang lengkap untuk evakuasi jenazah. Sedangkan jenazah berada di kedalaman lebih dari 20 meter. Akhirnya petugas Badan SAR Nasional (Basarnas) Trenggalek dipanggil untuk evakuasi korban.

Menurut Brian dari Basarnas Trenggalek, tim gabungan sempat mengalami kesulitan mengevakuasi korban karena kondisi sumur lubang atasnya berdiameter lebih dari 1 meter. Sedangkan di bagian dasar hanya sekitar 60 sentimeter dan tergenang air. Selain itu posisi korban di dasar sumur dengan kondisi kaki diatas juga menyulitkan untuk proses evakuasi.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum dr Harjono Ponorogo untuk diotopsi. Sementara itu, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan dari olah TKP sementara saat ditemukan kondisi sumur tertutup ram besi dan asbes.Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung di bawa ke Rumah Sakit Umum dr Harjono Ponorogo untuk diotopsi. Sementara itu, polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan dari olah TKP sementara saat ditemukan kondisi sumur tertutup ram besi dan asbes. []

You may also like...