December 5, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

China Melarang Warga Asing yang Akan Masuk ke Semua Wilayahnya Sebelum Divaksin Corona Buatan China

2 min read
-

HONG KONG –  China tidak akan mengizinkan pengunjung luar negeri untuk memasuki negara tersebut, kecuali mereka telah mendapatkan suntikan vaksin buatan China.

Dilansir Metro UK, Kamis (18/03/2021) pengumuman tersebut dibuat saat China melanjutkan pemrosesan visa untuk orang asing dari berbagai negara, selama mereka memiliki salah satu dari lima vaksin yang disetujui secara internal di China.

Negara tersebut secara eksplisit mengesampingkan pelancong yang telah mendapatkan dan menyetujui vaksin di luar negeri, bahkan untuk suntikan yang disetujui oleh World Health Organization (WHO), di mana China juga merupakan anggota dari organisasi itu.

Langkah ini dilakukan setelah China melarang semua perjalanan yang tidak penting ke negara itu ketika pandemi dimulai pada Maret tahun lalu. Akan tetapi, dimulainya kembali perjalanan dinilai sebagai bagian penting dari pemulihan ekonomi, karenanya negara merundingkan persyaratan untuk masuk.

Walaupun pengumumannya sedikit berbeda di setiap negara, kedutaan besar China di sekitar 20 negara termasuk Hong Kong, Amerika Serikat, Inggris, India, Australia, Irak, Thailand, Kroasia, Israel, Pakistan, dan Filipina mengumumkan bahwa mereka akan memulai pemrosesan visa setelahnya.

Selain memiliki setidaknya satu dosis vaksin buatan China, para pelancong juga harus memiliki tes Covid-19 dan karantina negatif pada saat kedatangan. Sebelumnya negara itu juga menerapkan swab anal pada pelancong luar negeri yang masuk.

Selain mengizinkan pengunjung luar negeri untuk tujuan yang berhubungan dengan pekerjaan, China mengatakan bakal memberi kelayakan yang lebih besar untuk masuk pada kebutuhan kemanusiaan non darurat, kunjungan keluarga, atau perawatan lanjut usia.

Sementara vaksin buatan China – yang kini tersedia dari 5 produsen – telah disetujui oleh beberapa negara seperti Filipina dan Thailand, banyak negara yang diizinkan untuk melakukan perjalanan tidak memiliki persetujuan semacam itu.

Kurangnya data transparansi dan kelangkaan informasi menyebabkan skeptisisme awal terhadap vaksin China, meskipun data yang lebih baru telah meredakan kekhawatiran akan keamanan dan kemanjuran suntikan vaksin mereka.

Dari lima vaksin China, yang semuanya disetujui untuk penggunaan umum atau darurat secara internal, tiga vaksin telah digunakan di negara lain. China juga berkomitmen mengirimkan donasi vaksin ke negara miskin, yang dinilai oleh sejumlah pihak sebagai diplomasi vaksin untuk memperkuat posisi mereka. []

Advertisement
Advertisement