June 18, 2021

Portal Berita Pekerja Migran Indonesia

Christian Action Sediakan Shelter Khusus PRT Migran Sakit

2 min read

HONG KONG – Sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada pekerja rumah tangga (PRT) migran yang sedang menghadapi masalah di Hong Kong, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Christian Action menyediakan shelter khusus. Shelter yang disewa sejak Juni 2016 ini diprioritaskan untuk PRT migran yang sedang sakit.

Kristina Zebua, Centre in Charge To Kwa Wan Service Centre, Centre for Migrant Domestic Workers Christian Action, menjelaskan bahwa shelter baru yang mereka sebut sebagai House 2 ini sebenarnya menggantikan shelter sebelumnya yang masa sewanya selesai. “Hanya saja kali ini, ketika mencari tempat yang baru, kami mempertimbangkan untuk memprioritaskan shelter ini untuk teman-teman yang sakit,” ujarnya.

IMG-20160810-WA0011

Kriterianya, mereka yang perlu istirahat (karena sakit) setelah dirawat di rumah sakit atau memiliki jadwal ke rumah sakit yang cukup intensif. Shelter juga diperuntukkan bagi PRT migran yang sakit lalu dirujuk oleh majikannya agar bisa beristirahat penuh sebelum kembali bekerja. Biasanya juga, karena pekerja tidak bisa atau merasa tidak enak hati untuk beristirahat penuh kalau tetap di rumah majikan.

“Itu sebabnya, tempat dengan sangat sedikit tangga dan lift, keamanan yang lebih baik, CCTV, dan tempat dengan sirkulasi udara yang baik, serta lokasi yang memiliki akses transportasi yang mudah menjadi bagian dan pertimbangan kami ketika mencari shelter baru ini,” kata Kristina.

House 2 memiliki 3 podium. Sebanyak 2 podium cukup besar untuk menjalankan kegiatan. House 2 bisa menampung 6-10 orang.

Lalu, di mana lokasi shelter tersebut? “Sama seperti House 1, lokasi House 2 tidak dipublikasikan karena salah satu tujuan shelter adalah sebagai rumah aman untuk mereka yang tinggal di shelter,” ujar Kristina.

Sedangkan tim yang mengurus shelter berkantor di To Kwa Wan. Selain mengatur hal yang berkaitan dengan akomodasi, tim ini juga merencanakan dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan psikososial untuk penghuni shelter.

“Tim ini juga yang mengatur dan melaksanakan supervisi untuk kedua shelter,” kata Kristina.

Secara terpisah Tania Sim, Penanggung Jawab Program Bantuan Hukum untuk PRT Migran Christian Action, menjelaskan bahwa belakangan ini banyak PRT migran datang dalam kondisi sakit yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk menaiki tangga. Untuk itulah LSM tersebut menyewa shelter yang memiliki fasilitas lift.

IMG-20160810-WA0009

“Untuk memudahkan teman-teman yang tidak sehat dan tidak bisa naik tangga. Dengan menyewa shelter ini kami berharap bisa memberikan pelayanan lebih baik kepada PRT migran yang butuh bantuan,” ujarnya.

Bagi pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong yang membutuhkan bantuan hukum dan bantuan shelter Christian Action dapat menghubungi nomor telepon 27396193, atau 23621922. [Razak]

Advertisement
Advertisement